Rita Widyasari Kenang Leluhur, Ajak Generasi Muda Jaga Sejarah Bangsa
ASKARA - Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, kembali membagikan refleksi melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (26/6). Kali ini, ia mengangkat pentingnya menghormati leluhur, menjaga sejarah, serta mengenang sosok-sosok yang telah membentuk identitas budaya masyarakat Kutai.
Dalam unggahannya, Rita mengawali dengan sejumlah kutipan yang menekankan arti penting sejarah dan leluhur bagi sebuah bangsa.
> "Melupakan leluhur sama seperti sungai tanpa sumber, pohon tanpa akar."
Ia juga mengutip kalimat yang menggambarkan hubungan antargenerasi.
> "Berjalanlah... Tiba-tiba semua leluhurku berada di belakangku. Diamlah, kata mereka. Perhatikan dan dengarkan. Kau adalah hasil dari cinta ribuan orang."
Rita kemudian mengingatkan pentingnya menjaga ingatan sejarah generasi muda.
> "Untuk menghancurkan suatu bangsa, musnahkan ingatan sejarah generasi mudanya!"
Dalam unggahan yang sama, Rita mengenang Datoq dan Nenek Ratu, yang menurutnya merupakan sosok ramah dan kerap menceritakan sejarah Kesultanan Kutai kepadanya.
Ia mengisahkan bahwa Datoq selalu menanyakan apabila dirinya lama tidak berkunjung ke rumah. Dari Datoq pula, Rita mengaku memahami makna warna kuning sebagai simbol Kesultanan Kutai.
Menurut Rita, penggunaan warna kuning dalam berbagai kesempatan semasa dirinya menjabat bukan sekadar pilihan estetika, melainkan bentuk penghormatan terhadap pesan yang diwariskan leluhurnya.
"Datoq saya, bahagia selalu di alam sana. Doakan cucunda kuat menghadapi badai. Orang Kutai, sida harus yang bela tanah ini. Amiiiin," tulis Rita dalam unggahannya.
Unggahan tersebut mendapat perhatian warganet, terutama masyarakat Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara. Sejumlah pengguna media sosial memberikan doa serta dukungan, sementara yang lain menilai pesan Rita sebagai ajakan untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya, menghormati leluhur, dan tidak melupakan sejarah daerah.
Sejak bebas murni pada Agustus 2025, Rita Widyasari aktif menyampaikan berbagai pesan melalui media sosial. Selain menyinggung perjuangan memperoleh keadilan, ia juga kerap membagikan refleksi mengenai persahabatan, nilai-nilai kemanusiaan, serta pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya Kesultanan Kutai.

Komentar