Rita Widyasari Buka Suara, Sultan Kutai Siap Membela
ASKARA - Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, mengungkapkan pertemuannya dengan Sultan Kutai melalui unggahan di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam unggahan tersebut, Rita menyampaikan sejumlah refleksi mengenai sejarah Kesultanan Kutai serta harapannya untuk memperoleh dukungan dalam memperjuangkan keadilan.
Rita mengaku menghadap Sultan Kutai yang disebutnya sebagai keturunan sah Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai, yang dikenal sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Ia juga menuturkan kisah mengenai Raja Kudungga, yang menurut cerita turun-temurun memiliki kesaktian dan menjadi leluhur dari keturunan Awang dan Dayang.
Dalam unggahannya, Rita menyebut bahwa ibundanya bernama Dayang Kartini. Ia juga mengenang peran almarhum ayahnya, Syaukani HR, yang semasa menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara menghidupkan kembali eksistensi Kesultanan Kutai sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Menurut Rita, almarhum Syaukani HR memberikan perhatian terhadap keberlangsungan kesultanan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah. Pada masa kepemimpinannya, Festival Erau juga dikembangkan dengan mengundang berbagai kerajaan dan kesultanan dari seluruh Nusantara guna mendorong sektor pariwisata di Kutai Kartanegara.
"Hari ini Sultan akan membantu saya untuk membela cucunya. Semoga diikuti rakyat lainnya, demi keadilan sebagaimana tertulis dalam sila Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tulis Rita dalam unggahannya.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki pandangan serupa untuk memberikan dukungan terhadap perjuangannya.
Unggahan tersebut mendapat perhatian dari warganet dan kembali memunculkan diskusi mengenai perjalanan hukum dan dinamika yang menyertai mantan Bupati Kutai Kartanegara tersebut.
Seperti diketahui, Rita Widyasari telah memperoleh kebebasan murni sejak 17 Agustus 2025. Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, ia kerap menyinggung pentingnya keadilan dan mengungkapkan keyakinannya bahwa proses hukum yang pernah menjeratnya tidak dapat dilepaskan dari konteks politik yang terjadi pada saat itu.
Di tengah berbagai pandangan yang berkembang, seruan Rita melalui media sosial tersebut memperlihatkan harapannya untuk memperoleh dukungan moral dari keluarga besar Kesultanan Kutai maupun masyarakat luas dalam memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai upaya mencari keadilan.

Komentar