Minggu, 28 Juni 2026 | 01:28
NEWS

John Gluba Gebze: Senja Merauke Tutup Hari, Semangat Petani Tetap Menyala

John Gluba Gebze: Senja Merauke Tutup Hari, Semangat Petani Tetap Menyala
Foto siluet dua perempuan Marind berjalan di tepian sawah yang diabadikan John Gluba Gebze (Dok JGG)

ASKARA - Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, membagikan potret kehidupan masyarakat Merauke saat senja mulai menyelimuti kawasan pinggiran kota. Melalui unggahan yang disertai foto siluet dua perempuan Marind berjalan di tepian sawah, ia menggambarkan keseharian para petani lokal yang menjadi bagian penting dari pembangunan ketahanan pangan di Papua Selatan.

Dalam narasinya, John Gluba Gebze menuturkan bahwa gelap mulai turun di Merauke, menandai berakhirnya aktivitas masyarakat setelah seharian bekerja.

"Merauke mulai diliputi gelap dan aktivitas serta hiruk pikuk kegiatan di daerah pinggiran kota perlahan surut. Pertanda kesibukan hari ini sudah tutup setelah kemuning senja perlahan bergulir memasuki malam," ungkapnya, Sabtu (27/6/2026).

Di balik panorama senja yang memantul di permukaan air, tampak dua ibu asli Marind berjalan pulang usai menghabiskan waktu seharian mengolah sawah. Bagi John Gluba Gebze, pemandangan sederhana tersebut menyimpan makna besar tentang ketekunan, pengabdian, dan semangat masyarakat adat dalam membangun masa depan pangan Papua Selatan.

Ia menilai perempuan-perempuan Marind tidak hanya menjalankan peran dalam keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pertanian yang kini berkembang di Merauke. Kehadiran mereka di sawah mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kerja keras masyarakat lokal.

"Langkah mereka yang perlahan pulang di bawah cahaya senja adalah gambaran perjuangan yang sering luput dari perhatian. Dari tangan-tangan merekalah harapan akan ketahanan pangan mulai ditanam," ujarnya.

Menurut John Gluba Gebze, kehidupan di Merauke memiliki irama yang khas. Saat matahari terbenam dan aktivitas kota mereda, tersimpan kisah perjuangan para petani yang sejak pagi hingga petang mengolah lahan demi menghasilkan pangan bagi masyarakat.

Ia berharap semangat para petani, termasuk kaum perempuan adat Marind, terus mendapat dukungan sehingga cita-cita menjadikan Merauke sebagai salah satu lumbung pangan nasional dapat terwujud tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

 

Komentar