John Gluba Gebze: Fajar Wasur Simbol Harapan dari Ujung Timur Indonesia
ASKARA - Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, kembali menyampaikan pesan kebangsaan melalui sebuah narasi puitis yang menggambarkan keindahan panorama fajar di kawasan Wasur II, Merauke, Jumat (26/6/2026).
Dalam pesannya yang diberi tajuk "Pesona Fajar Edisi Terbatas pada Layar Cakrawala Wasur II Merauke", John Gluba Gebze mengajak masyarakat Indonesia untuk memaknai terbitnya matahari di ujung timur Nusantara sebagai simbol harapan, persatuan, dan semangat membangun bangsa.
"Dari ujung timur Indonesia kami kirimkan bingkisan panorama fajar yang mempersona di pagi ini. Salam kesatuan kekerabatan langit dan bumi dari pojok perbatasan, tempat matahari terbit menyinari kebesaran," tulis John Gluba Gebze.
Menurutnya, Merauke bukan sekadar wilayah paling timur Indonesia, tetapi juga menjadi gerbang pertama yang menyambut cahaya mentari setiap hari. Cahaya tersebut dimaknai sebagai energi baru yang menguatkan persaudaraan, kebersamaan, dan ukhuwah kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
John Gluba Gebze juga menggambarkan bahwa sinar matahari yang menyelimuti bentang alam Wasur menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, telah lama hidup dalam kearifan masyarakat adat Papua.
Ia berharap pesan yang lahir dari perbatasan timur Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun Indonesia dengan rasa saling menghormati.
"Ukhuwah kebangsaan terus dilantunkan memenuhi persada yang telah bangun disinari surya," ungkapnya.
Melalui pesan reflektif tersebut, John Gluba Gebze kembali menegaskan bahwa Merauke bukan hanya menjadi tempat matahari pertama kali menyapa Indonesia, tetapi juga sumber inspirasi tentang persatuan, kedamaian, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Komentar