Minggu, 28 Juni 2026 | 01:31
NEWS

Menkop Optimistis Kopontren Jadi Raksasa Ekonomi Umat

Menkop Optimistis Kopontren Jadi Raksasa Ekonomi Umat
Menkop Ferry Juliantono (Dok Askara)

ASKARA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi pondok pesantren (Kopontren) memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia. Dengan pertumbuhan yang terus meningkat, aset sejumlah Kopontren bahkan telah menembus lebih dari Rp1 triliun.

Hal itu disampaikan Ferry saat menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ferry, hingga akhir Desember 2025 terdapat sekitar 763 koperasi pesantren yang aktif beroperasi dengan total volume usaha mencapai Rp3,5 triliun dan didukung sekitar 156 ribu anggota.

"Beberapa koperasi pesantren sudah memiliki aset di atas Rp1 triliun. Kami optimistis dalam beberapa tahun mendatang nilai aset dan volume usaha Kopontren akan terus bertumbuh sehingga menjadi salah satu pilar penting ekonomi nasional," ujarnya.

Ferry menilai potensi ekonomi pesantren sangat besar karena didukung jaringan kelembagaan yang kuat serta basis anggota yang tersebar di berbagai daerah. Oleh sebab itu, Kementerian Koperasi terus mendorong penguatan tata kelola, kapasitas kelembagaan, hingga akses pembiayaan bagi koperasi pesantren.

Ia juga mengajak MPDI memperkuat sinergi antarkoperasi pesantren agar mampu membangun jejaring usaha yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

"Kolaborasi menjadi kunci agar koperasi pesantren semakin maju, saling memperkuat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ferry memastikan produk-produk unggulan hasil usaha pesantren akan diprioritaskan masuk ke jaringan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kebijakan tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM berbasis pesantren.

Selain pemasaran, pemerintah bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi juga akan memperluas akses pembiayaan sehingga koperasi pesantren memiliki daya saing yang lebih kuat.

Sementara itu, Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid mengatakan pembentukan koperasi sekunder MPDI merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan potensi ekonomi pesantren di seluruh Indonesia.

"Kami ingin membangun jaringan ekonomi pesantren dari Sabang sampai Merauke dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan umat," ujarnya.

Sarasehan Nasional MPDI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Muhammad Ajir, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana. Para peserta sepakat penguatan koperasi pesantren merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat dan memperkuat ekonomi kerakyatan di Indonesia.

 

Komentar