Johanes Gluba Gebze: Transformasi Pangan Papua Selatan Dimulai dari Wasur II
ASKARA - Tokoh Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze, menyebut proses penggemburan lahan pertanian di kawasan Wasur II, Merauke, menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pangan masyarakat lokal. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan penanaman padi yang dijadwalkan dimulai pada 29 Juni 2026.
Menurut Johanes Gluba Gebze, pengolahan lahan dilakukan menggunakan traktor oleh anggota Pamong Tani Tabur Tuai yang seluruhnya merupakan putra-putra asli Papua dari Kampung Ilwayab, Sota, dan Wan.
"Proses ini sepenuhnya dikerjakan oleh petani lokal. Ini menunjukkan masyarakat adat semakin siap menjadi pelaku utama dalam pembangunan sektor pertanian di Papua Selatan," ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, pengolahan lahan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi padi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi budaya pangan masyarakat. Selama ini, sagu menjadi pangan utama masyarakat adat, namun ke depan diharapkan beras dapat menjadi pelengkap tanpa menghilangkan nilai dan keberadaan sagu sebagai pangan tradisional.
Menurutnya, proses tersebut merupakan bentuk inkulturasi pangan yang berlangsung dalam kerangka kebijakan pangan nasional. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan pangan yang lebih beragam sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Johanes Gluba Gebze menegaskan bahwa konsep yang dibangun bukan menggantikan sagu, melainkan menciptakan diversifikasi pangan melalui pengembangan berbagai komoditas (multi crops) yang sesuai dengan karakteristik wilayah Papua Selatan.
Ia berharap upaya yang tengah berlangsung di Wasur II dapat menjadi sejarah penting dalam pembangunan struktur pangan nasional yang lebih inklusif, dengan melibatkan masyarakat adat sebagai aktor utama dan mengedepankan potensi lokal.
"Semoga ini menjadi sejarah fundamental dalam membangun konstruksi pangan nasional yang berbasis diversifikasi pangan, sehingga masyarakat Papua Selatan semakin mandiri dan sejahtera," pungkasnya.

Komentar