Hidrogenpasta Rudy Sumardi Mampu Tekan Tagihan Listrik hingga 70 Persen
Hidrogenpasta Rudy Sumardi Mampu Tekan Tagihan Listrik hingga 70 Persen
JAKARTA – Inovator teknologi Rudy Sumardi memperkenalkan Hidrogenpasta, sebuah teknologi kelistrikan berbasis mikroba yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada sektor industri sekaligus menekan biaya listrik secara signifikan, dengan tetap menjaga kestabilan arus dan harmonisa kelistrikan.
Rudy menjelaskan, sistem tersebut bekerja melalui pemasangan Hidrogenpasta yang terintegrasi dengan sistem grounding dan panel distribusi listrik. Menurutnya, teknologi ini mampu mengoptimalkan distribusi daya sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien.
“Teknologi Hidrogenpasta merupakan sebuah kecanggihan di bidang kelistrikan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi. Pada sektor industri, penghematan biaya listrik dapat mencapai maksimal hingga 70 persen,” kata Rudy Sumardi.
Ia mengungkapkan, teknologi tersebut telah digunakan selama dua tahun terakhir untuk mendukung aktivitas kelistrikan di lingkungan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Sebelum pemasangan perangkat, total biaya listrik dari beberapa meteran disebut mencapai sekitar Rp68 juta per bulan.
Menurut Rudy, setelah dilakukan penataan jaringan kelistrikan menjadi satu meter induk dan pemasangan sistem Hidrogenpasta, biaya listrik turun menjadi sekitar Rp24 juta per bulan.
“Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi sistem kelistrikan dapat menghasilkan penghematan yang sangat signifikan,” ujarnya.
Rudy menilai, teknologi yang dikembangkannya dapat menjadi alternatif solusi bagi kalangan industri maupun pengguna dengan kebutuhan daya besar, terutama di tengah meningkatnya biaya energi dan tuntutan efisiensi operasional.
Selain mengurangi beban pengeluaran, Hidrogenpasta diharapkan dapat mendukung upaya konservasi energi serta meningkatkan daya saing industri nasional melalui pemanfaatan teknologi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Ke depan, Rudy Sumardi berharap teknologi tersebut dapat diterapkan secara lebih luas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak guna memperkuat kemandirian energi nasional.
Ia menegaskan bahwa penerapan Hidrogenpasta tidak mengubah maupun mengambil properti arus listrik milik PT PLN (Persero). Menurutnya, selama proses pengerjaan yang berlangsung sekitar 100 hari, timnya tidak melakukan intervensi terhadap meteran maupun gardu listrik.
“Seluruh pekerjaan difokuskan pada penempatan panel Hidrogenpasta dalam ruang khusus yang berada tidak jauh dari Main Distribution Panel (MDP). Kami tidak pernah berhubungan langsung dengan meteran ataupun gardu listrik milik PLN,” tegas Rudy.

Komentar