Kamis, 18 Juni 2026 | 21:55
NEWS

Tonny Tesar Dukung Usulan Anggaran Kementerian Imipas Ditambah

Tonny Tesar Dukung Usulan Anggaran Kementerian Imipas Ditambah
Anggota Komisi XIII DPR Tonny Tesar (dok)

ASKARA-Presiden Prabowo Subianto mengkampanyekan efisiensi anggaran. Namun saat ini kementerian ramai-ramai mengajukan usulan penambahan anggaran ke DPR

Salah satunya adalah Kementeriaan Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Kementerian ini mengajukan usulan anggaran ke DPR sebesar Rp5 triliun.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Tonny Tesar mendukung usulan penambahan anggaran tersebut. Pihaknya berharap dengan penambahan anggaran tersebut Kementerian Imipas diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang masih terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan balai pemasyarakatan (bapas) di seluruh Indonesia.

Menurutnya Komisi XIII DPR RI saat ini masih membahas pagu indikatif kementerian dan lembaga mitra kerja, termasuk Kementerian Imipas. Pagu anggaran sekitar Rp20 triliun yang telah mendapat persetujuan awal dari pemerintah dinilai belum cukup untuk menyelesaikan berbagai tantangan di sektor pemasyarakatan dan keimigrasian.

"Angka sebesar itu menurut kami belum bisa menjawab semua masalah yang ada di lapas maupun bapas yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Tonny kepada wartawan baru-baru ini.

Dalam pembahasan tersebut, Kementerian Imipas mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp5 triliun. Komisi XIII DPR RI menilai usulan tersebut cukup realistis dan sejalan dengan kebutuhan peningkatan layanan publik.

Tonny menegaskan tambahan dana itu diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian dan pemasyarakatan, sekaligus mendukung implementasi regulasi baru yang memberikan peran lebih besar kepada balai pemasyarakatan.

Selain itu, Komisi XIII juga melihat masih adanya potensi peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor keimigrasian yang dapat mendukung penguatan layanan publik.

Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian DPR adalah kondisi lapas yang mengalami kelebihan kapasitas atau overcrowding. Menurut Tonny, tambahan anggaran perlu diarahkan untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk menekan praktik peredaran narkoba yang masih terjadi di dalam lapas.

Pihaknya menilai pembangunan fasilitas pemasyarakatan berkonsep mega prison dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung narapidana berisiko tinggi dan pelaku kejahatan berat dalam satu kawasan dengan pengamanan khusus.

Menurut Tonny, lokasi yang paling memungkinkan untuk pengembangan mega prison adalah di kawasan Nusakambangan karena telah memiliki lahan dan infrastruktur dasar pemasyarakatan.

“Tidak perlu lagi mencari lahan baru karena di Nusakambangan masih tersedia lokasi yang dapat dikembangkan,” ujarnya.(dry)

Komentar