Kamis, 18 Juni 2026 | 11:02
NEWS

Memori Bencana Aceh 26 November Diabadikan dalam Buku Kemanusiaan

Memori Bencana Aceh 26 November Diabadikan dalam Buku Kemanusiaan
Ahmadi Jaya Putra (Editor) dan Zam Zam Mubarak saat penyerahan Buku "Aspek Manusia dalam bencana di Aceh" (Dok Mubarak)

ASKARA - Memori kolektif masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana 26 November 2025 kini diabadikan dalam sebuah karya ilmiah yang sarat nilai kemanusiaan. Tenaga Ahli Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Zam Zam Mubarak, menerima buku berjudul "Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh" dari Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Drs. Ahmadi Jaya Putra, M.Si, di Takengon, Rabu (17/6/2026).

Penyerahan buku tersebut berlangsung setelah sebelumnya dilakukan bedah buku yang diselenggarakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah di Gedung Perpustakaan Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi SMP dan SMA se-Kota Takengon bersama para guru, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum. Sementara pengantar buku ditulis oleh Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, M.C.I.

Ahmadi Jaya Putra mengungkapkan, lahirnya buku tersebut berawal dari diskusi sederhana bersama Zam Zam Mubarak mengenai berbagai pengalaman kemanusiaan yang terjadi di lapangan saat masa tanggap darurat bencana.

"Kami ingin mendokumentasikan bagaimana rakyat Aceh bertahan, saling menolong, dan merawat kemanusiaan di tengah keterbatasan. Itu yang menjadi semangat utama buku ini," ujar Ahmadi.

Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai perguruan tinggi dan lembaga. Para penulis berasal dari IAIN Takengon, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Gajah Putih. Karya ini juga melibatkan alumni serta mahasiswa dari UIN Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Jambi, Universitas Brawijaya, Universitas Mahakarya Aceh, hingga Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.

Selain kalangan akademisi, sejumlah penulis dari unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan turut memberikan kontribusi, di antaranya BRIN, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Singkil, serta Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (BARET ICMI).

Menerima buku tersebut, Zam Zam Mubarak menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya mendokumentasikan sisi kemanusiaan di balik bencana yang melanda Aceh.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya memiliki nilai akademik sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan kebencanaan, tetapi juga menjadi penjaga ingatan kolektif bangsa mengenai ketangguhan masyarakat Aceh.

"Buku ini nanti bisa menjadi referensi penyusunan kebijakan kebencanaan, sekaligus bahan edukasi kebencanaan bagi masyarakat Aceh. Yang paling penting, buku ini menyimpan memori kolektif nasional tentang ketangguhan rakyat Aceh di tengah bencana 26 November," kata Zam Zam Mubarak.

Baginya, bencana tidak hanya meninggalkan luka dan kehilangan, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah kemanusiaan yang layak diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui buku Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh, semangat gotong royong, solidaritas, dan daya juang masyarakat Aceh kini tidak sekadar menjadi kenangan, tetapi telah terabadikan dalam lembar-lembar sejarah.

 

Komentar