Romo Yos Kunjungi Umat Katolik di Pulau Seram Utara
Lewat Pantai Ora, 18 KK Katolik Oping Maluku Tetap Terlayani
ASKARA - Di tengah hamparan laut biru dan keindahan Pantai Ora yang mendunia, terdapat sebuah komunitas kecil umat Katolik yang tetap setia menjaga imannya. Meski hanya berjumlah 18 kepala keluarga, pelayanan pastoral terus hadir bagi mereka.
Dalam rangkaian Sabatical Journey di Kepulauan Maluku, Romo Yos Bintoro, Pr bersama rombongan mengunjungi Gereja Stasi Santo Petrus Oping di Kecamatan Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram Utara. Perjalanan ditempuh menggunakan speedboat selama sekitar 30 menit melintasi perairan Pantai Ora yang eksotis.
Kedatangan Romo Yos disambut penuh sukacita oleh umat Katolik setempat yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana persaudaraan di kawasan pesisir Seram Utara.
Romo Yos mengenang, sekitar dua tahun lalu dirinya bersama Kardinal Ignatius Suharyo melakukan Kunjungan Karya umat Katolik TNI dan Polri ke wilayah tersebut. Saat itu, umat Stasi Santo Petrus Oping menyampaikan harapan agar pembangunan gereja mereka dapat memperoleh dukungan dari Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).
Harapan itu kemudian mendapat sambutan positif. Romo Lucky bersama Paroki Regina Caeli Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, memfasilitasi penggalangan dana untuk membantu pembangunan gereja yang menjadi pusat kehidupan iman umat Katolik Oping.
“Gayung bersambut. Berkat dukungan banyak pihak, pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Oping kini tinggal sedikit lagi menuju penyelesaian,” ungkap Romo Yos, Rabu (17/6).
Atas bantuan tersebut, Pastor Erick, Pr bersama seluruh umat Katolik Oping menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kardinal Ignatius Suharyo, Romo Lucky, Paroki Regina Caeli PIK, serta seluruh umat dan para dermawan yang telah menunjukkan solidaritas kepada komunitas kecil di pesisir Pulau Seram tersebut.
“Lewat kesempatan ini, Pastor Erick dan seluruh umat Katolik Oping mengucapkan terima kasih. Tinggal sedikit lagi gereja stasi ini rampung,” tutur Romo Yos.
Menurut Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) untuk umat Katolik TNI dan Polri itu, keberadaan umat yang jumlahnya sedikit tidak pernah mengurangi perhatian Gereja dalam menghadirkan pelayanan dan pendampingan.
“Jumlah boleh kecil, tetapi cinta dan perhatian Gereja tidak pernah kecil. Di tempat-tempat terpencil seperti Oping inilah semangat persaudaraan dan kesetiaan iman menemukan makna yang sesungguhnya,” ujarnya.
Kunjungan ke Stasi Santo Petrus Oping menjadi salah satu momen yang membekas dalam perjalanan Sabatical Journey Romo Yos di Maluku dan Maluku Utara. Di tengah keindahan alam Pantai Ora dan Pulau Seram, ia menyaksikan bagaimana iman, harapan, dan solidaritas mampu menjembatani jarak serta menguatkan komunitas kecil untuk terus bertumbuh.

Komentar