Misa Malam 1 Suro Digelar di Ganjuran dan di Sejumlah Gereja
ASKARA - Suasana khidmat menyelimuti Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat umat Katolik mengikuti Misa Malam 1 Suro yang digelar pada Senin (15/6/2026) malam. Perayaan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi momentum doa, refleksi, dan pelestarian nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan iman.
Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran dikenal sebagai salah satu pusat inkulturasi Gereja Katolik di Indonesia. Arsitektur bergaya Jawa serta nuansa spiritual yang khas menjadikan gereja yang berdiri sejak 1924 itu memiliki tempat istimewa bagi umat Katolik maupun masyarakat luas.
Selain di Ganjuran, perayaan Misa Malam 1 Suro juga berlangsung di sejumlah gereja Katolik lainnya. Gereja St. Clara Paroki Bekasi Utara menggelar misa pada pukul 20.00 WIB, yang akan dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Wahyu pada Jumat (19/6/2026).
Di Gereja Ratu Rosari Paroki Jagakarsa, misa syukur pukul 19.30 WIB diteruskan dengan pagelaran wayang kulit. Sementara Gereja St. Matius Penginjil Paroki Bintaro mengisi perayaan dengan penampilan karawitan dan sajian camilan tradisional bagi umat.
Nuansa budaya Jawa juga mewarnai perayaan di Gereja St. Barnabas Paroki Pamulang yang menggelar misa pukul 18.00 WIB dan dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit. Sedangkan Gereja St. Bernadet Paroki Pinang mengadakan sarasehan dan tirakatan setelah misa malam berlangsung.
Adapun Gereja Maria Kusuma Karmel Paroki Meruya melaksanakan Misa Malam 1 Suro pada pukul 21.00 WIB. Sementara Gereja St. Gregorius Agung Paroki Kutabumi dijadwalkan menggelar misa pada Selasa (16/6/2026) pukul 17.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo.
Perayaan Malam 1 Suro di lingkungan Gereja Katolik merupakan bagian dari semangat inkulturasi, yaitu menghidupi iman Kristiani dengan menghargai dan merangkul kekayaan budaya lokal. Momentum ini menjadi sarana bagi umat untuk melakukan introspeksi, memperkuat kehidupan rohani, sekaligus merawat tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa.

Komentar