Solidaritas Warga Gayo Menguat, Eksportir Kopi Bantu Perbaikan Jalan Enang-Enang
ASKARA - Semangat gotong royong masyarakat Gayo kembali mengemuka dalam upaya memperbaiki Jalan Enang-Enang yang mengalami kerusakan dan sempat mengganggu aktivitas serta mobilitas warga. Setelah bantuan tahap awal sebanyak 151 sak semen disalurkan Komunitas Serinen 85 bersama Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah Ketiara, dukungan kini terus berdatangan dari berbagai kalangan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Syahrial, mantan Mukim yang selama ini menjadi salah satu tokoh penggerak perbaikan Jalan Enang-Enang. Bersama masyarakat dan aparat setempat, Syahrial terus mengoordinasikan berbagai upaya perbaikan akses jalan yang memiliki nilai penting bagi warga dataran tinggi Gayo.
Sejumlah eksportir kopi lokal serta para pelaku usaha kopi yang tergabung dalam jaringan toke kopi di Medan juga telah membantu dana Rp61.000.000 untuk percepatan perbaikan jalan tersebut.
Jalan Enang-Enang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur penting yang menghubungkan sejumlah kawasan di Kabupaten Aceh Tengah. Kerusakan yang terjadi beberapa waktu terakhir memunculkan kepedulian bersama dan mendorong lahirnya gerakan solidaritas lintas komunitas.
Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah Ketiara, mengaku terharu melihat semangat masyarakat bersama aparat setempat yang terus bergotong royong memperbaiki jalan tersebut.
"Kami terpanggil melihat kerja keras Pak Syahrial bersama masyarakat dan aparat di lapangan. Jalan Enang-Enang bukan sekadar akses transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Gayo," ujarnya, Senin (15/6).
Menurut Rahmah, kepedulian berbagai pihak menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih menjadi kekuatan utama masyarakat Gayo dalam menghadapi berbagai persoalan.
Bantuan 151 sak semen yang sebelumnya disalurkan Serinen 85 menjadi pemicu lahirnya dukungan yang lebih luas. Para eksportir kopi dan pelaku usaha kopi dari Medan pun turut berpartisipasi agar proses perbaikan jalan dapat berlangsung lebih cepat.
Aksi bersama tersebut menjadi bukti bahwa sektor kopi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Gayo tidak hanya berkontribusi pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Warga berharap dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak dapat mempercepat pemulihan Jalan Enang-Enang sehingga aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat, komunitas, aparat, hingga para pelaku usaha kopi menjadi cerminan kuatnya solidaritas yang telah lama menjadi bagian dari jati diri masyarakat Gayo. Jalan Enang-Enang pun kini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menjaga warisan serta urat nadi kehidupan di tanah Gayo.

Komentar