Senin, 15 Juni 2026 | 01:27
COMMUNITY

Sekjen PP KAMMI Serukan Persatuan dan Literasi Publik di Tengah Ketidakpastian Global

Sekjen PP KAMMI Serukan Persatuan dan Literasi Publik di Tengah Ketidakpastian Global
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Nazmul Watan (Dok Askara)

ASKARA - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Nazmul Watan, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan persatuan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global yang turut berdampak terhadap Indonesia.

Menurut Nazmul, dinamika internasional yang berkembang saat ini telah memengaruhi berbagai aspek perekonomian dunia, mulai dari fluktuasi harga energi, pergerakan nilai tukar, pasar keuangan, hingga rantai pasok global. Kondisi tersebut, kata dia, juga dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

"Situasi global memang sedang menghadapi banyak tantangan. Namun masyarakat perlu melihat persoalan secara utuh dan proporsional, sehingga tidak terjebak pada kepanikan ataupun spekulasi yang berlebihan," kata Nazmul dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan bahwa berbagai tekanan ekonomi yang terjadi saat ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan merupakan dampak dari perlambatan ekonomi dunia, konflik geopolitik, serta perubahan pola perdagangan dan investasi internasional.

Karena itu, Nazmul mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan persoalan global dengan isu domestik sehingga tidak mudah terpengaruh narasi yang menyesatkan maupun kecenderungan menyalahkan pihak tertentu secara berlebihan.

Menurutnya, berbagai tantangan seperti kenaikan harga energi, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, maupun gejolak harga kebutuhan pokok seharusnya dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan produktivitas berbagai sektor.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Nazmul juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional.

Ia menilai banyak informasi yang beredar di media sosial disajikan secara tidak utuh sehingga berpotensi memicu keresahan publik.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas. Jangan terburu-buru menyebarkan kabar yang belum terverifikasi karena hal itu justru dapat memunculkan kepanikan," ujarnya.

Nazmul menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis ekonomi 1998, gejolak finansial global 2008, hingga pandemi COVID-19. Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menjaga stabilitas melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah tetap merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun, kritik tersebut harus dibangun berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah optimisme yang rasional, bukan pesimisme yang dibangun dari informasi yang belum tentu benar," katanya.

Secara khusus, Nazmul mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk meningkatkan literasi ekonomi dan literasi digital agar mampu menjadi penyejuk di tengah maraknya disinformasi.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemikiran yang objektif dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Mahasiswa harus menjadi penjernih informasi. Bangsa ini membutuhkan generasi yang berpikir kritis, objektif, dan tetap mengedepankan kepentingan nasional," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sekjen PP KAMMI itu mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan global yang sedang berlangsung.

"Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu mengorbankan persatuan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan kepala dingin, saya yakin Indonesia mampu melewati berbagai tantangan sebagaimana yang pernah kita lalui sebelumnya," pungkas Nazmul Watan.

 

Komentar