Kamis, 11 Juni 2026 | 21:48
OPINI

Terbiasanisme

Terbiasanisme
Ilustrasi terbiasanisme (Dok Gemini)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Semula rakyat Indonesia kaget akibat harga BBM naik secara mengagetkan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian mandraguna aji Terbiasanisme.

Semula rakyat Indonesia kaget akibat rupiah merosot trrhadapb dolar Amerika Serikat secara mengagetkan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Warga langsung jago berhitung: "Dulu 10 dolar dapat 140 ribu, sekarang 180 ribu. Untung kita".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat anggaran DPR tetap mempertahankan tradisi studi banding ke luar negeri padahal daerah pemilihan berada di dalam negeri, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Netizen berkomentar: "Wajar. Jalan rusak di daerah pemilihan tidak bisa memberi sertifikat. Foto di depan Menara Eiffel bisa".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat kepala BPG korupsi anggaran BMG senilai 11 triliun, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Rakyat berbisik: "11 triliun itu cuma 0,3 persen dari APBN. Kita kan negara kaya. Yang miskin cuma perasaan kita".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat pembubaran nobar Pesta Babi secara berkelanjutan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Panitia ikhlas: "Tidak apa-apa dibubarkan. Yang penting kita sudah biasa kaget, lalu biasa lagi".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat ketua pesantren memperkosa santriwati, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Kyai lain keluar fatwa darurat: "Ini oknum".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat guru honorer gajinya 300 ribu sebulan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Sang guru tersenyum: "300 ribu cukup. Untuk ikhlas, cicilannya 12 bulan".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat pejabat kena operasi tangkap tangan KPK dengan koper berisi uang tunai, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Warga sudah hafal akhir ceritanya: "Nanti minta maaf, menangis di televisi, lalu pensiun dini dengan hormat".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat air PDAM mati tiga hari tetapi tagihan tetap jalan secara mengagetkan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Ibu-ibu kompleks sudah ahli: "Mati air latihan sabar. Tagihan latihan ikhlas. Paket lengkap".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat data pribadi 280 juta warga bocor di pasar gelap secara mengagetkan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian aji Terbiasanisme. Anak muda memperbarui status: "Santai. Data saya sudah bocor sejak lahir. Tinggal menunggu saya yang bocor".

Semula rakyat Indonesia kaget akibat harga BBM naik secara mengagetkan, tetapi kemudian rakyat Indonesia tidak panik sebab memiliki kesaktian mandraguna aji Terbiasanisme.

Aji Terbiasanisme bukan jurus silat. Ini jurus bertahan hidup. Warisan ilmu turun-temurun dari Orde Baru sampai Reformasi. Mantranya cuma satu: kaget tiga hari, lupa tiga menit, senyum tiga detik, lalu menggulir layar.

Negara ini tidak kekurangan kejutan. Yang kurang cuma ruang untuk kaget. Karena semua sudah masuk daftar "objek latihan".

Selamat datang di negeri para pendekar Terbiasanisme maka kebal kaget. Jantung kita baja, tetapi dompet kita kertas.

 

Komentar