Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31
NEWS

PHM Percepat Pengembangan Sisi Nubi, Platform WPN-6 Mulai Berproduksi

PHM Percepat Pengembangan Sisi Nubi, Platform WPN-6 Mulai Berproduksi
Platform WPN-6 mulai berproduksi (Dok PHM)

ASKARA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menorehkan capaian strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan berhasil mengoperasikan Platform WPN-6 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Beroperasinya WPN-6 menjadi kemajuan penting dalam pengembangan proyek tersebut. Platform ini merupakan unit keempat yang berhasil onstream dari total enam platform yang direncanakan dalam pengembangan SNB AOI 1-3-5.

Produksi awal platform dimulai pada 5 Juni 2026 melalui sumur NB-601 yang menghasilkan gas sekitar 6 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Tiga hari kemudian, sumur NB-603 turut beroperasi dengan produksi awal mencapai 8 MMSCFD.

PHM menargetkan kedua sumur tersebut dapat mencapai produksi gabungan sekitar 20 MMSCFD setelah proses stabilisasi fasilitas dan optimalisasi operasi selesai dilakukan.

Keberhasilan WPN-6 melanjutkan rangkaian pengoperasian platform sebelumnya, yakni WPS-4 pada Desember 2025, WPS-5 pada Februari 2026, dan WPN-7 pada Maret 2026. Hal ini menunjukkan proyek pengembangan Lapangan Sisi Nubi terus berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan tambahan produksi dari proyek ini akan memperkuat kontribusi Wilayah Kerja Mahakam terhadap pasokan energi nasional.

“Keberhasilan proyek ini menjadi bukti komitmen PHM dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, khususnya dari Kalimantan Timur, sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia,” ujarnya, Kamis (11/6).

Menurut Setyo, pengelolaan lapangan migas yang telah memasuki fase matang memerlukan inovasi berkelanjutan agar mampu menekan laju penurunan produksi secara alami. Karena itu, PHM terus mengoptimalkan penerapan teknologi dan metode operasi yang lebih efektif dalam setiap proyek pengembangan.

Selain dukungan teknologi, keberhasilan pengoperasian WPN-6 juga ditopang oleh kesiapan tim proyek dalam menyelesaikan berbagai tahapan pengujian kritis, termasuk Emergency Shutdown (ESD) Test, well clean up, serta pengujian kebocoran menggunakan nitrogen untuk memastikan seluruh sistem beroperasi secara aman dan andal.

Setyo menambahkan, keberhasilan proyek merupakan hasil kolaborasi berbagai fungsi di lingkungan perusahaan serta dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

“Sinergi yang kuat, disiplin terhadap aspek keselamatan kerja, serta dukungan seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan proyek ini,” katanya.

Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi di Zona 8, PHM terus menjalankan kegiatan hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Bersama SKK Migas dan para pemangku kepentingan, perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi energi nasional melalui operasi yang aman, efisien, andal, dan berwawasan lingkungan.

Dengan bertambahnya produksi dari Platform WPN-6, PHM optimistis dapat terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kontribusi sektor migas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Komentar