Makam Raden Ngabehi Mertasura Ungkap Sejarah Kepemimpinan Banyumas masa lampau.
ASKARA - Praktisi spiritual Ngt. Arini Sanjaya, SE melakukan ziarah ke Makam Raden Ngabehi Mertasura di Dawuhan, Banyumas, pada Minggu Kliwon (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menelusuri sejarah dan silsilah tokoh-tokoh penting yang berperan dalam perjalanan Kabupaten Banyumas.
Menurut Arini Sanjaya, makam Raden Ngabehi Mertasura berada tidak jauh dari Makam Raden Jaka Kaiman yang dikenal sebagai pendiri Kabupaten Banyumas. Dalam catatan sejarah lokal, Raden Ngabehi Mertasura juga dikenal dengan nama Adipati Janah dan sering disebut sebagai "Bapak Banyumas Kedua" karena perannya dalam melanjutkan kepemimpinan dan pembangunan wilayah Banyumas pada masa itu.
Arini menjelaskan, Adipati Mertasura menikah dengan putri Panembahan Wirokusumo atau yang lebih dikenal sebagai Panembahan Gumelem. Tokoh tersebut merupakan salah satu figur penting dalam sejarah Banyumas yang memiliki garis keturunan yang diyakini bersambung hingga Raja Majapahit terakhir, Brawijaya V.
"Dari pernikahan Adipati Janah dengan putri Panembahan Gumelem lahir 21 putra dan putri. Salah satu keturunannya kemudian melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai Bupati Banyumas ketiga," ujar Arini, Rabu (10/6).
Ia menambahkan, keberadaan makam para tokoh pendiri Banyumas menjadi bagian penting dari warisan sejarah dan budaya yang patut dikenang oleh generasi masa kini. Selain sebagai tempat ziarah, situs-situs tersebut juga menjadi sarana pembelajaran mengenai perjalanan panjang terbentuknya Banyumas.
Arini berencana melanjutkan penelusuran mengenai silsilah Panembahan Wirokusumo atau Panembahan Gumelem secara lebih rinci pada kesempatan berikutnya. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan garis keturunan tokoh-tokoh pendahulu dapat memperkaya wawasan masyarakat tentang akar budaya dan identitas Banyumas.
Ziarah tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi untuk mengenang jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan serta perkembangan Banyumas hingga dikenal seperti saat ini.

Komentar