Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17
NEWS

Paus Leo XIV Serukan Persatuan dan Perdamaian dalam Kunjungan ke Barcelona

Paus Leo XIV Serukan Persatuan dan Perdamaian dalam Kunjungan ke Barcelona
Paus Leo XIV disambut umat dalam kunjungan ke Barcelona (Dok Vatican)

ASKARA - Paus Leo XIV memulai agenda kedua kunjungannya di Spanyol dengan memimpin doa tengah hari di Katedral Salib Suci dan Santa Eulalia, Barcelona. Setibanya langsung dari bandara, Sri Paus disambut antusias oleh ribuan umat yang memadati area katedral, Selasa (9/6).

Penyambutan dihadiri para uskup, kanonik, pejabat keuskupan, biarawan dan biarawati, seminaris, staf katedral, relawan, serta banyak kaum muda yang datang untuk menyambut pemimpin Gereja Katolik tersebut.

Sebelum memulai ibadah, Paus Leo XIV terlebih dahulu memasuki salah satu kapel samping untuk berdoa secara hening di hadapan Sakramen Mahakudus. Setelah itu, ia berjalan menyusuri lorong utama katedral diiringi lantunan lagu pembuka yang dinyanyikan paduan suara.

Dalam homilinya yang disampaikan dalam bahasa Spanyol dan Catalan, Paus mengajak umat merenungkan dua gambaran utama tentang Gereja, yakni sebagai “Mempelai” dan “Tubuh Kristus”.

Menurut Paus Leo XIV, Gereja pertama-tama adalah “Mempelai yang Dikasihi”. Ia menilai komunitas Katolik Barcelona yang kaya akan keberagaman karunia, kharisma, dan latar belakang umat menjadi bukti nyata kasih Allah yang bekerja di tengah kehidupan manusia.

“Allah menghendaki Anda semua berada di sini, karena melalui diri Anda dan kebersamaan ini, Dia mencintai keindahan dan kebaikan yang unik dan suci. Anda dipilih untuk mewakili persekutuan para kudus yang ada di Barcelona saat ini,” ujar Paus.

Ia menegaskan bahwa Gereja merupakan buah dari tindakan kasih Allah yang mendahului segala sesuatu. Karena itu, Gereja akan terus bertumbuh apabila umat membuka diri untuk menerima kasih Tuhan dengan kerendahan hati dan rasa syukur.

“Hanya mereka yang membiarkan diri dicintai Allah yang mampu membangun karya-karya kasih bersama sesama,” katanya.

Paus Leo XIV kemudian mengulas gambaran kedua, yakni Gereja sebagai Tubuh Kristus. Ia menjelaskan bahwa seluruh umat beriman merupakan bagian dari satu tubuh yang sama, di mana setiap anggota memiliki fungsi dan peran yang berbeda.

“Dalam tubuh ada anggota yang kuat dan ada yang lemah. Ada yang terlihat karena menjalankan tugas di depan publik, tetapi ada pula yang bekerja secara tersembunyi dan tetap menjalankan fungsi penting tanpa banyak diketahui orang,” tuturnya.

Di tengah keberagaman tersebut, Paus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Menurutnya, kekuatan Gereja lahir dari kesatuan umat yang digerakkan oleh Roh yang sama.

Menghadapi dunia yang masih dilanda peperangan, perpecahan, dan meningkatnya sikap individualisme, Paus Leo XIV mengajak umat Kristiani untuk menjadi saksi persatuan dan perdamaian.

Ia menyerukan agar umat menjadi “martir” dalam arti sebagai saksi dan nabi persatuan, keterbukaan, keharmonisan, serta perdamaian, meskipun harus disertai pengorbanan dan penyangkalan diri.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam kunjungan apostolik Paus Leo XIV ke Spanyol, yang menyoroti pentingnya membangun persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat yang semakin terfragmentasi.

 

Komentar