Selasa, 09 Juni 2026 | 18:48
COMMUNITY

Menuju Indonesia Emas 2045, Dekan Pascasarjana Unpak: Mahasiswa Harus Jadi Pencipta Solusi, Bukan Pengguna Ilmu

Menuju Indonesia Emas 2045, Dekan Pascasarjana Unpak: Mahasiswa Harus Jadi Pencipta Solusi, Bukan Pengguna Ilmu
Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan bersama Ketua Panitia Student Day, dalam Seminar Kebangsaan yang menghadirkan Wamendagri sebagai narasumber, (dok.unpak)

ASKARA – Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak) menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju gerbang Indonesia Emas 2045. 

Hal ini disampaikan Dekan Sekolah Pascasarjana Unpak, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., dalam momentum kegiatan Student Day 2026 yang berlangsung meriah di Taman Bukit Palem Resort, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 6-7 Juni 2026.

Dalam keterangannya, Prof. Sri mengungkapkan bahwa tantangan masa depan membutuhkan pesan mendalam mengenai pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

Menurutnya, kemajuan bangsa di era modern ini tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. Ada tiga kunci utama yang saling berkaitan untuk menciptakan masa depan yang gemilang.

“Tidak ada kemajuan tanpa kolaborasi, tidak ada perubahan tanpa inovasi, dan tidak ada masa depan yang unggul tanpa sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkap Prof. Sri.


Lebih lanjut, Prof. Sri menekankan bahwa perguruan tinggi memegang tanggung jawab moral dan akademik yang besar. Kampus bukan lagi sekadar tempat transfer ilmu, melainkan kawah candradimuka untuk melahirkan para pemimpin, peneliti, hingga profesional masa depan.

Oleh karena itu, ia berpesan agar keseimbangan antara kecerdasan akademis dan karakter tetap terjaga.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan pemimpin, peneliti, dan profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat,” jelasnya.

Prof. Sri memberikan motivasi kuat agar Mahasiswa Pascasarjana Unpak berani mengambil peran lebih besar di masyarakat.

Ia berharap para mahasiswa tidak cepat puas hanya dengan menjadi penonton atau pengguna dari perkembangan ilmu pengetahuan yang ada saat ini.

"Para mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan. Tetapi harus menjadi pencipta solusi, penggerak perubahan, dan pelopor inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya secara visioner.

Prof. Sri berharap agar spirit yang dibangun dalam Student Day 2026 tidak menguap begitu saja setelah acara selesai. Ia ingin kegiatan ini menjadi pemantik awal bagi gerakan yang lebih besar.

"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi saja. Melainkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru, kolaborasi yang produktif, serta semangat untuk terus berkarya demi memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Student Day Pascasarjana 2026, Assoc. Prof. Dr. Agus Setyo Pranowo, S.E., M.M., menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan rutin. Student Day dirancang sebagai ruang silaturahmi akademik, wadah penguatan jejaring (networking), serta momentum mempererat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap terciptanya suasana yang semakin kondusif untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama yang produktif,” jelas Assoc. Prof. Agus.

Ia menambahkan bahwa, keberhasilan sebuah institusi besar tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari sinergi seluruh elemen yang bergerak bersama dengan visi yang sama. 

“Ketika visi disatukan, maka akan lahir ribuan ide dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Assoc. Prof. Dr. Agus mengingatkan bahwa mahasiswa program Magister (S2) dan Doktoral (S3) memikul tanggung jawab intelektual yang besar sebagai agen perubahan (agent of change). Di tengah dinamika global yang kian kompleks, akademisi dituntut bertindak sebagai pencipta solusi lewat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat, bukan sekadar menjadi pengikut arus zaman.

“Melalui Student Day ini, mari kita jadikan perbedaan latar belakang keilmuan sebagai kekuatan untuk membangun kolaborasi lintas program studi, lintas disiplin ilmu, dan lintas generasi demi menghasilkan inovasi yang lebih kreatif, adaptif, dan berdampak luas,” tambahnya.

Acara Student Day 2026 ini juga menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto sebagai narasumber utama. Turut hadir pula jajaran petinggi universitas dan yayasan, di antaranya, Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi Dr. Yan Noviar, SE., MM., CA., Sekretaris Yayasan Pakuan Siliwangi Edi Roehaedi, SH., MH., Rektor Universitas Pakuan Prof. Dr. Ir. rer. pol. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eri Sarimanah, M.Pd., Pembina Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. (#)

Komentar