Senin, 15 Juni 2026 | 19:32
NEWS

PHI Lampaui Target Cadangan Migas, Tembus 193 Persen pada 2025

PHI Lampaui Target Cadangan Migas, Tembus 193 Persen pada 2025
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta (Dok PHI)

ASKARA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat capaian strategis dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menambah cadangan minyak dan gas bumi (migas) terbukti atau proven reserves (1P) lebih dari 70 juta barel setara minyak, atau mencapai sekitar 193 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (3/6/2026).

Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas strategi eksplorasi dan pengembangan lapangan migas yang dijalankan PHI di wilayah Kalimantan. Penambahan cadangan tidak hanya menopang keberlangsungan produksi perusahaan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan energi nasional di masa depan.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa investasi berkelanjutan di sektor hulu migas merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional.

“Keberlanjutan produksi tidak hanya bergantung pada kemampuan mempertahankan lapangan eksisting, tetapi juga pada keberhasilan menemukan dan mengembangkan cadangan baru yang dapat diproduksikan di masa depan,” ujar Sunaryanto.

Dalam lima tahun terakhir, PHI telah melakukan pengeboran 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur pengembangan. Khusus pada 2025, perusahaan berhasil menyelesaikan pengeboran 146 sumur pengembangan, melaksanakan 619 kegiatan workover, serta 9.783 kegiatan well service guna menjaga produktivitas lapangan migas yang dikelolanya.

Kinerja eksplorasi dan pengembangan tersebut turut mendongkrak realisasi produksi migas perusahaan. Produksi minyak rata-rata sepanjang 2025 mencapai 44,42 ribu barel per hari atau 107,29 persen dari target RKAP. Sementara produksi gas mencapai 536,72 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 101,34 persen dari target yang ditetapkan.

Pencapaian produksi di atas target ini menjadi catatan penting karena merupakan keberhasilan pertama PHI dalam lima tahun terakhir. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan strategi investasi yang selektif, optimalisasi produksi, serta inovasi operasional.

Tak hanya fokus pada produksi, PHI juga memperlihatkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil mendukung pengurangan emisi karbon lebih dari 215 kiloton dan mencatatkan lebih dari 32 juta jam kerja selamat dengan tingkat keselamatan kerja yang berada di bawah ambang batas toleransi industri.

Pemegang saham mayoritas melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memberikan apresiasi atas kinerja PHI yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, efisiensi biaya operasi, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan.

Ke depan, PHI akan terus memperkuat investasi dan pengembangan wilayah kerja migas di Kalimantan untuk mendukung program ketahanan energi nasional serta menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI saat ini mengelola operasi hulu migas di Regional Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas bisnisnya.

 

 

Komentar