Rabu, 22 Juli 2026 | 03:57
OPINI

Suara Dunia Pendidikan Indonesia Timur

Suara Dunia Pendidikan Indonesia Timur
Kepala Sekolah DMAK Xaverius dan Romo Yos Bintoro (Dok Askara)

ASKARA - Memimpikan Indonesia maju, lepas dari kutukan sekedar negara berkembang membutuhkan platform pendidikan mencerdaskan bangsa. Disanalah sebuah bangsa memiliki harkat dan martabat untuk sejajar dengan bangsa lain.

Kalau kita bernyanyi awal lirik Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki, 1950): Indonesia Tanah Air Beta, terasa bukan bahwa Kepulauan Maluku adalah satu tanah dengan Indonesia. Bukan lagi milik RMS karena lagu itu buktinya.

SMAK Xaverius yang berdiri sejak April 1960 adalah wujud kepak sayap Indonesia bangkit pasca pemberontakan RMS mendidik kaum muda Maluku menggapai masa depannya.

76 tahun perjalanan lembaga pendidikan di bawah Keuskupan Amboina itu tetap masih terus berjuang untuk menuai benih-benih muda dengan dinamika yang tidak mudah.

Tataplah ke Timur 'tanah air beta', Indonesia Pusaka kiranya tidak sekedar lagu pengiring upacara kenegaraan. 

Hadirkan gerak Kebangkitan Nasional juga sampai ke Timur Indonesia, tanah pusaka yang kaya jadi puja-puja bangsa ratusan tahun dengan rempah-rempah dan alam nan subur.

Kesaksian Ibu Ina Kepala Sekolah SMAK Xaverius mengharap kepedulian siapapun untuk melirik, memperhatikan dan tergerak unuk berbelarasa pada kondisi pendidikan di Timur Indonesia.

Semoga mimpi akan Indonesia emas bukanlah angan-angan Pembukaan Undang-undang Negara RI Tahun 1945, tetapi juga menjadi gerakan bangsa semua untuk menghadirkan semangat: Semakin Beriman, Semakin Bersaudara, Semakin Berbela Rasa.

Salam sehat, berlimpah berkat.
+ Rm Yos Bintoro, Pr

 

Komentar