Kamis, 02 Juli 2026 | 06:15
NEWS

Paramadina dan KAS Luncurkan Buku The Pancasila Market Economy

Paramadina dan KAS Luncurkan Buku The Pancasila Market Economy
Universitas Paramadina bersama Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) resmi meluncurkan buku bertajuk The Pancasila Market Economy di Jakarta, Senin (Dok Askara)

ASKARA - Universitas Paramadina bersama Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) resmi meluncurkan buku bertajuk The Pancasila Market Economy di Jakarta, Senin (11/5/2026). Buku tersebut menjadi hasil kolaborasi pemikiran lintas negara untuk memperkuat konsep Ekonomi Pancasila dalam pembangunan nasional.

Peluncuran buku menghadirkan akademisi, ekonom, pelaku usaha, hingga perwakilan pemerintah yang membahas relevansi sistem ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan global.

Direktur KAS untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dr. Denis Suarsana, mengatakan karya tersebut mencerminkan hubungan kerja sama yang telah terjalin lebih dari satu dekade antara KAS dan Universitas Paramadina.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi ruang pertukaran ide dalam membangun konsep ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyebut buku itu sebagai bagian dari upaya memperdalam model ekonomi Indonesia yang sesuai dengan amanat konstitusi dan karakter bangsa.

“Ekonomi Indonesia harus terus mencari bentuk yang matang dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Dalam sesi keynote speech, Haris Munandar, Ph.D dari Bank Indonesia menilai Indonesia membutuhkan sistem ekonomi yang mampu menjaga keseimbangan antara persaingan dan solidaritas sosial.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang efisien namun tetap berkeadilan.

Sementara itu, Asisten Deputi Kementerian UMKM Dr. Ali menyoroti perlunya kebijakan berbasis data yang berpihak pada penguatan pelaku UMKM sebagai bagian penting perekonomian nasional.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa pasar dalam konsep Ekonomi Pasar Pancasila tetap memiliki peran penting, namun negara harus hadir sebagai pengatur dan pelindung.

“Pasar tetap bekerja, tetapi tidak dibiarkan sepenuhnya tanpa arah dan koreksi,” kata Shinta.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto, menjelaskan konsep Ekonomi Pasar Pancasila berupaya mengambil sisi positif kapitalisme dan sosialisme tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Sedangkan Prof. Marcus Marktanner dari Kennesaw State University menilai penguatan demokrasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Menutup diskusi, Senior Fellow The Habibie Center Umar Juoro mengingatkan bahwa ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan utama menuju pertumbuhan berkelanjutan.

Ia menilai pembangunan ekonomi Indonesia ke depan perlu bertumpu pada penguatan modal manusia, pemanfaatan teknologi, dan keadilan sosial sebagai fondasi utama.

 

Komentar