Paramadina Apresiasi LLDIKTI III, Soroti Menurunnya Minat Mahasiswa ke PTS
ASKARA – Universitas Paramadina memberikan apresiasi kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III atas perhatian dan dukungannya terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) yang saat ini menghadapi tantangan serius berupa penurunan jumlah mahasiswa baru.
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menilai langkah yang dilakukan Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, dalam menyuarakan kondisi PTS di forum resmi DPR RI merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi swasta.
Menurut Handi, berbagai persoalan yang dihadapi PTS saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah agar tidak berdampak lebih luas terhadap kualitas dan keberlanjutan layanan pendidikan tinggi.
"PTS memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Karena itu, tantangan yang dihadapi saat ini perlu mendapatkan solusi yang komprehensif," ujar Handi di Jakarta.
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Komisi X DPR RI, Kepala LLDIKTI Wilayah III mengungkapkan adanya tren penurunan penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah masih panjangnya periode penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN). Kondisi tersebut membuat banyak calon mahasiswa yang sebelumnya telah mendaftar di PTS memilih menunggu atau beralih ke PTN setelah hasil seleksi jalur mandiri diumumkan.
Akibatnya, sejumlah kampus swasta mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru yang cukup signifikan.
Handi mengungkapkan, beberapa perguruan tinggi swasta bahkan mengalami penurunan penerimaan mahasiswa baru hingga 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kemampuan operasional kampus karena sebagian besar pendapatan PTS masih bertumpu pada biaya pendidikan mahasiswa.
"Ketika jumlah mahasiswa menurun, tentu akan berpengaruh terhadap keberlangsungan program akademik, pengembangan fasilitas, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan," katanya.
Karena itu, Universitas Paramadina mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pola penerimaan mahasiswa baru, khususnya terkait kuota dan jadwal jalur mandiri PTN agar tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang lebih seimbang.
Selain itu, Handi menegaskan bahwa dikotomi antara perguruan tinggi negeri dan swasta sudah tidak relevan lagi dalam konteks pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, perguruan tinggi swasta memiliki kontribusi besar terhadap dunia pendidikan nasional. Bahkan, lebih dari separuh mahasiswa Indonesia saat ini menempuh pendidikan di PTS.
"PTS bukan pelengkap sistem pendidikan nasional. PTS merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia yang unggul," ujarnya.
Universitas Paramadina berharap perhatian pemerintah terhadap PTS terus diperkuat melalui kebijakan yang berkeadilan, termasuk dalam aspek regulasi, pembinaan, dan peningkatan mutu pendidikan.
Handi juga mengapresiasi peran LLDIKTI Wilayah III yang selama ini aktif mendampingi perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan daya saing institusi.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, LLDIKTI, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan bangsa di masa depan.

Komentar