Rabu, 17 Juni 2026 | 22:05
NEWS

Paus Leo Serukan Solidaritas Lintas Agama di Era Digital

Paus Leo Serukan Solidaritas Lintas Agama di Era Digital
Paus Leo pada Senin pagi bertemu dengan anggota Royal Institute for Inter-Faith Studies Yordania (Dok Vaticannews)

ASKARA - Paus Leo pada Senin pagi bertemu dengan anggota Royal Institute for Inter-Faith Studies Yordania dan Dikasteri Dialog Antaragama Tahta Suci Vatikan dalam sebuah pertemuan yang menyoroti pentingnya kasih sayang dan empati di tengah kehidupan modern.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka kolokium bertema “Human Compassion and Empathy in Modern Times” yang dihadiri delegasi lembaga bentukan Kerajaan Yordania di bawah perlindungan Pangeran Hasan bin Talal.

Dalam pidatonya, Paus Leo menegaskan bahwa kasih sayang dan empati merupakan nilai mendasar baik dalam ajaran Kristen maupun Islam.

Menurut Paus, dalam tradisi Islam, kasih sayang atau ra’fa dipandang sebagai anugerah Tuhan yang diberikan kepada hati orang-orang beriman. Ia juga menyinggung salah satu nama Tuhan dalam Islam, Al-Ra’uf atau Yang Maha Pengasih, sebagai pengingat bahwa sumber utama kasih sayang berasal dari Tuhan sendiri.

Sementara dalam tradisi Kristen, Paus Leo menyebut kasih sayang ilahi menjadi nyata melalui pribadi Yesus Kristus. Dengan menjadi manusia, Tuhan tidak hanya melihat penderitaan manusia, tetapi juga mengalaminya secara langsung.

“Kasih sayang dan empati bukanlah sesuatu yang tambahan atau opsional bagi umat Kristen maupun Muslim,” ujar Paus Leo, Senin (11/5).

Ia menambahkan bahwa kedua nilai tersebut memiliki implikasi sosial yang besar dalam kehidupan umat beragama, terutama dalam membantu kaum miskin dan mereka yang menderita.

Dalam kesempatan itu, Paus Leo juga menyampaikan apresiasinya kepada Kerajaan Yordania atas upaya kemanusiaan dalam menerima para pengungsi di kawasan Timur Tengah.

Selain membahas hubungan antaragama, Paus Leo menyoroti tantangan era digital terhadap rasa empati manusia. Menurutnya, arus gambar dan video penderitaan yang terus-menerus di media digital justru berpotensi membuat hati manusia menjadi tumpul.

Mengutip homili awal Paus Fransiskus, ia memperingatkan bahwa masyarakat modern mulai terbiasa dengan penderitaan orang lain dan merasa hal tersebut bukan urusan mereka.

Di akhir pidatonya, Paus Leo mengajak umat Kristen dan Muslim memanfaatkan kekayaan tradisi masing-masing untuk menjalankan misi bersama membangun solidaritas kemanusiaan.

“Menghidupkan kembali kemanusiaan yang mulai dingin, memberi suara kepada mereka yang menderita, dan mengubah sikap acuh tak acuh menjadi solidaritas,” kata Paus Leo.

 

Komentar