Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:54
NEWS

Safari GEMARIKAN Purwawinangun, Prof. Rokhmin Dahuri: Ikan Lokal, Kunci Generasi Sehat dan Cerdas

Safari GEMARIKAN Purwawinangun, Prof. Rokhmin Dahuri: Ikan Lokal, Kunci Generasi Sehat dan Cerdas
Prof. Rokhmin Dahuri foto bersama (dok.askara)

ASKARA - Desa Purwawinangun, Kabupaten Cirebon, menjadi panggung gerakan besar yang menyatukan ilmu gizi, budaya lokal, dan harapan masa depan bangsa. Safari GEMARIKAN pada Rabu (6/5), yang digelar oleh Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI bukan sekadar acara, melainkan sebuah gerakan yang menyalakan semangat: membangun generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Safari GEMARIKAN ini menghadirkan sosok yang tak asing bagi dunia kelautan dan perikanan Indonesia: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. Kehadirannya bukan sekadar memberi ceramah, melainkan menyulut kesadaran baru bahwa ikan bukan hanya pangan, tetapi fondasi peradaban.  

Dalam pemaparannya, Anggota Komisi IV DPR RI ini menegaskan bahwa ikan adalah pangan strategis dengan kandungan 22% protein serta omega-3 yang sangat vital bagi perkembangan otak dan kesehatan tubuh. Ia membongkar mitos yang selama ini mengagungkan salmon sebagai ikan “superior”, dengan menunjukkan bahwa ikan lokal seperti kembung dan bandeng memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi dan lebih terjangkau.

"Ikan lokal seperti kembung dan bandeng justru memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi, sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat," ujar Prof Rokhmin Dahuri.

Pesan ini menjadi tamparan sekaligus motivasi: kekayaan laut Nusantara sudah cukup untuk membangun generasi unggul, asal dimanfaatkan dengan bijak.  Namun, Safari GEMARIKAN bukan hanya bicara gizi. 

Prof. Rokhmin yang juga Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) itu menyuntikkan nilai-nilai kehidupan yang lebih dalam. Ia menyampaikan tiga kunci sukses yang sederhana namun fundamental: menjadi yang terbaik di bidang masing-masing, menjaga silaturahmi, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan ini menjadikan gerakan GEMARIKAN bukan sekadar kampanye pangan, melainkan gerakan moral dan spiritual yang menyatukan masyarakat.  

Dalam sambutannya, Ibu Ines Rahmania menegaskan bahwa GEMARIKAN adalah bagian dari kolaborasi nasional antara KKP RI dan Komisi IV DPR RI. Gerakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, yang menempatkan pengentasan stunting sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.  

Namun, tantangan nyata masih ada. Data menunjukkan, dari setiap 100 anak di Cirebon, 18 di antaranya mengalami stunting. Ironisnya, meski Cirebon adalah wilayah pesisir dengan potensi laut melimpah, konsumsi ikan masyarakat baru mencapai 14,75 kg/kapita/tahun, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat 20,07 kg/kapita/tahun. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Sudiharjo, menekankan perlunya inovasi pengolahan ikan agar lebih menarik bagi anak-anak, seperti nugget dan olahan kreatif lainnya.

Safari GEMARIKAN di Purwawinangun pun berubah menjadi momentum refleksi. Bahwa membangun generasi sehat dan cerdas tidak cukup dengan angka konsumsi ikan semata, tetapi juga dengan membangun karakter, solidaritas, dan spiritualitas. Dari meja makan sederhana di desa pesisir, lahirlah harapan besar: generasi Indonesia yang bebas stunting, berdaya saing, dan siap menatap Indonesia Emas 2045.

Komentar