Rabu, 17 Juni 2026 | 23:44
NEWS

PHM Tingkatkan Produksi Minyak Usai Revitalisasi Lapangan Handil

PHM Tingkatkan Produksi Minyak Usai Revitalisasi Lapangan Handil
Lokasi produksi minyak Handil (Dok Askara)

ASKARA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat peningkatan produksi minyak di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, setelah menyelesaikan Program Handil Rejuvenation sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

Program revitalisasi tersebut difokuskan pada peningkatan keandalan fasilitas produksi dan optimalisasi sistem operasi di lapangan yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan produksi minyak Lapangan Handil kini mencapai 15.020 barel minyak per hari (bopd) setelah selesainya pekerjaan pemeliharaan fasilitas produksi di Central Processing Area (CPA).

“Produksi meningkat sekitar lima persen dibandingkan sebelum planned shutdown. Hal ini didukung performa sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pekerjaan selesai,” ujar Sunaryanto dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, Program Handil Rejuvenation merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk memperpanjang usia operasional lapangan mature melalui revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi.

Dalam pelaksanaannya, PHM melakukan penghentian operasi secara terencana atau planned shutdown guna mendukung pekerjaan pemeliharaan, peningkatan, dan modifikasi sistem produksi.

Selain meningkatkan produksi, program tersebut juga bertujuan menjaga integritas aset dan keselamatan operasional migas sebagai objek vital nasional.

“PHM terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan operasi, keandalan fasilitas, dan keberlanjutan produksi migas demi mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.

Program revitalisasi Lapangan Handil telah dipersiapkan sejak 2023 melalui koordinasi dengan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Tahapan pekerjaan meliputi proses engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga proses tie-in ke sistem produksi eksisting yang berlangsung pada 8–19 April 2026.

PHM juga melakukan berbagai peningkatan integritas fasilitas produksi, di antaranya perawatan empat compressor dan delapan vessel, inspeksi pipa menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI), serta modernisasi sistem keselamatan otomatis.

Selain itu, perusahaan mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter dan melakukan pembaruan sistem Distributed Control System (DCS) serta Fire & Gas (F&G) System guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menjelaskan seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

“Pekerjaan full shutdown yang kompleks ini melibatkan hampir 1.000 personel dengan sistem kerja 24 jam dan total lebih dari 241 ribu jam kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengendalian risiko menjadi prioritas utama selama proyek berlangsung, mulai dari sistem perizinan kerja hingga pengawasan aktivitas berisiko tinggi di lapangan.

Berkat koordinasi lintas fungsi dan penerapan standar keselamatan yang disiplin, seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan tanpa kecelakaan kerja dan bahkan selesai lebih cepat satu hari dari target yang direncanakan.

PHM merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia di Zona 8 yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Bersama SKK Migas, perusahaan terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

 

Komentar