Selasa, 01 September 2026 | 22:56
NEWS

Titah Reje Linge Dinilai Isyarat Alam Sebelum Bencana Gayo

Titah Reje Linge Dinilai Isyarat Alam Sebelum Bencana Gayo
Ilustrasi titah Reje Linge (Dok Askara)

ASKARA - Titah yang pernah disampaikan Reje Linge kembali menjadi perhatian masyarakat adat Gayo setelah bencana longsor dan banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Titah tersebut kini dibaca ulang sebagai isyarat alam yang sebelumnya telah mengingatkan potensi ancaman di kawasan hulu.

Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, menilai titah Reje Linge merupakan bentuk mitigasi bencana sekaligus mitigasi ekonomi yang telah disampaikan jauh sebelum bencana terjadi.

“Titah itu mencerminkan kegelisahan kolektif masyarakat adat yang hidup di kawasan hulu Sungai dalam Ekosistem Leuser. Adat tidak pernah kehilangan nurani dalam menjaga lingkungan dan menjawab tantangan masa depan,” ujar Zam Zam dalam keterangannya di Linge.

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam titah tersebut memiliki korelasi kuat dengan kondisi Aceh pascabencana. Ia menyebut, ada dua pokok utama yang disampaikan, yakni pentingnya mitigasi bencana dan penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Wilayah Linge sendiri berada di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesangan dan DAS Jambo Aye, yang menjadi bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser. Kawasan ini berperan penting sebagai penyangga sumber air bagi sejumlah daerah, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Aceh Utara.

Zam Zam menilai, masyarakat adat sebenarnya telah memberikan peringatan dini melalui mekanisme adat. Namun, respons dari pihak terkait dinilai belum optimal.

“Adat sudah memberi jawaban, tetapi respons kebijakan datang setelah bencana terjadi,” katanya.

Ia pun mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk segera melakukan evaluasi kebijakan, serta menjadikan titah Reje Linge sebagai salah satu rujukan dalam perumusan kebijakan publik, khususnya terkait pengelolaan lingkungan.

“Jangan menunggu bencana berikutnya untuk menyadari bahwa kearifan adat memiliki peta bahaya yang akurat,” tegasnya.

Zam Zam juga menyatakan kesiapan struktur adat Pasak Opat Nenggeri Linge untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

 

 

Komentar