Paus Leo XIV dan Uskup Agung Canterbury Perkuat Dialog Ekumenis
ASKARA - Paus Leo XIV menerima kunjungan Uskup Agung Canterbury, Most Reverend and Right Honourable Dame Sarah Mullally, dalam sebuah audiensi di Istana Apostolik, Senin waktu setempat. Keduanya juga melaksanakan doa bersama di Kapel Urban VIII sebagai simbol persatuan iman di tengah perbedaan.
Dalam sambutannya, Paus menyampaikan kegembiraan atas kunjungan tersebut yang berlangsung dalam suasana Paskah. Ia turut mengenang pertemuan bersejarah antara Paus Santo Paulus VI dan Uskup Agung Michael Ramsey yang terjadi enam dekade lalu, sebagai tonggak penting hubungan Katolik dan Anglikan.
Paus Leo XIV juga mengapresiasi peran Anglican Centre di Roma, serta menyapa Direktur lembaga tersebut, Uskup Anthony Ball, yang menjadi perwakilan Uskup Agung Canterbury di Tahta Suci.
Dalam pesannya, Paus menekankan makna damai Kristus yang bangkit sebagai damai tanpa kekerasan. “Damai Kristus adalah damai yang tidak bersenjata, karena Ia menghadapi kekerasan tanpa balasan yang sama, dan mengajak kita melakukan hal serupa,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa perpecahan di antara umat Kristiani menjadi hambatan dalam menghadirkan pesan damai kepada dunia. Karena itu, Paus mengajak seluruh pihak untuk terus berdoa dan berupaya menghilangkan berbagai rintangan yang menghambat pewartaan Injil.
Lebih lanjut, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa dialog teologis antara Katolik dan Anglikan telah berlangsung selama puluhan tahun dan menghasilkan kemajuan, meski masih menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks.
“Namun, tantangan tersebut tidak boleh menghalangi kita untuk bersama-sama mewartakan Kristus kepada dunia,” tegasnya.
Mengutip pesan Paus Fransiskus pada 2024, ia menegaskan bahwa perpecahan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan panggilan bersama sebagai saksi Kristus. Bahkan, menurutnya, akan menjadi “skandal” jika upaya mengatasi perbedaan tidak terus dilakukan.
Menutup pertemuan, Paus Leo XIV menyampaikan terima kasih atas kunjungan Uskup Agung Mullally dan berharap hubungan Katolik–Anglikan terus berkembang melalui dialog, persahabatan, serta tuntunan Roh Kudus.

Komentar