Ketegangan Memanas di Lebanon Selatan
Serangan Drone Hizbullah Tewaskan Tentara Israel
ASKARA - Seorang tentara Israel tewas dan enam lainnya terluka akibat serangan drone bermuatan bahan peledak yang dilancarkan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan, Minggu (26/4). Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara kedua pihak yang baru saja diperpanjang.
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah Sersan Idan Fooks (19), anggota Brigade Lapis Baja ke-7 Batalyon 77, yang berasal dari Petah Tikva. Dalam serangan tersebut, satu perwira dan tiga prajurit dilaporkan mengalami luka serius, sementara dua lainnya mengalami luka sedang dan ringan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Hizbullah telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa Israel akan merespons dengan tindakan tegas terhadap setiap ancaman keamanan.
Namun, Hizbullah yang didukung Iran membantah tuduhan tersebut dan justru menyalahkan Israel atas pelanggaran gencatan senjata yang terjadi di wilayah perbatasan.
Menanggapi serangan tersebut, IDF melancarkan gelombang serangan udara dan tembakan artileri ke sejumlah titik di Lebanon selatan. Target serangan disebut mencakup personel dan infrastruktur Hizbullah yang berada di utara zona keamanan yang ditetapkan Israel.
Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sebelumnya mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang selama tiga pekan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis lalu. Dalam kesepakatan tersebut, Israel memiliki hak untuk merespons setiap serangan yang dianggap sedang berlangsung atau akan segera terjadi.
Kematian Fooks menjadi yang ketiga bagi militer Israel di wilayah Lebanon selatan sejak gencatan senjata diberlakukan, sekaligus yang pertama akibat serangan langsung Hizbullah. Dua korban sebelumnya tewas akibat ranjau yang dipasang sebelumnya oleh kelompok tersebut.
Situasi di perbatasan Israel-Lebanon kembali memanas, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas meski upaya diplomatik untuk menjaga gencatan senjata terus dilakukan.

Komentar