Kamis, 11 Juni 2026 | 02:09
NEWS

Yayasan Ungkap Ilustrasi W.R. Soepratman Selama Ini Bukan Foto Asli

Yayasan Ungkap Ilustrasi W.R. Soepratman Selama Ini Bukan Foto Asli
Foto hoax dan foto asli W.R Soepratman (Dok Dario)

ASKARA - Yayasan Wage Rudolf Soepratman – Meester Cornelis Jatinegara mengungkap bahwa gambar wajah W.R. Soepratman yang selama ini beredar luas di publik bukan merupakan foto asli, melainkan ilustrasi yang disalahartikan sebagai representasi historis.

Temuan ini disampaikan oleh Pembina Yayasan, Dr. Dario Turk, SpOG, yang menyebut penggunaan gambar tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun di berbagai ruang publik, mulai dari buku pelajaran, media massa, hingga materi resmi instansi pemerintah.

"Yang kita lihat selama ini bukan wajah sejarah, tetapi karya seni yang disalahartikan," ujar Dario dalam keterangannya, Jumat (25/4).

Menurutnya, kecurigaan terhadap keaslian gambar tersebut bermula pada April 2023, saat sebuah acara keluarga besar W.R. Soepratman menggunakan ilustrasi yang dianggap sebagai wajah resmi tokoh pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya" itu. Dario menilai terdapat ketidaksesuaian secara visual.

Penelusuran kemudian mengarah pada temuan bahwa gambar tersebut berasal dari sampul buku berjudul Tragedi Kehidupan Seorang Komponis karya Soebagijo I.N. Ilustrasi tersebut diketahui merupakan karya seniman Aji Sumakno F, bukan foto dokumentasi sejarah.

"Artinya, gambar itu bukan foto, bukan arsip, dan bukan representasi historis yang dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Upaya verifikasi kemudian dilakukan dengan menelusuri langsung ilustrator yang membuat gambar tersebut. Setelah pencarian selama beberapa bulan, pertemuan dengan Aji Sumakno F akhirnya terjadi pada 15 September 2024.

Dalam pertemuan itu, ilustrator mengakui bahwa karyanya dibuat tanpa referensi foto asli W.R. Soepratman, melainkan berdasarkan interpretasi artistik.

"Ini bukan rekonstruksi sejarah, melainkan imajinasi visual," kata Dario mengutip pernyataan ilustrator.

Yayasan menilai persoalan ini menjadi serius karena ilustrasi tersebut telah digunakan secara luas oleh berbagai pihak, termasuk lembaga penyiaran, instansi pemerintah, hingga media nasional, tanpa verifikasi yang memadai.

"Repetisi penggunaan membuat ilustrasi ini dianggap sebagai kebenaran," ujarnya.

Meski demikian, pihak ilustrator disebut telah menyampaikan permohonan maaf dan menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan karya lukisan terbaru kepada yayasan sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Atas temuan ini, Yayasan Wage Rudolf Soepratman 
 – Meester Cornelis menyatakan, gambar yang selama ini beredar merupakan hoaks dalam konteks historis dan bukan representasi sah.

Yayasan juga meminta instansi pemerintah dan media untuk menghentikan penggunaan gambar tersebut serta melakukan koreksi terbuka. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak lagi menyebarkan ilustrasi tersebut sebagai foto resmi W.R. Soepratman.

Sebagai rujukan, yayasan menyebut foto asli W.R. Soepratman tersimpan dalam koleksi keluarga di Surabaya.

"Sejarah tidak cukup diwariskan, tetapi juga harus diluruskan," tegas Dario.

 

Komentar