Senin, 15 Juni 2026 | 21:54
NEWS

Tumpukan Sampah Cakung Barat Disorot, Lurah Yasir Ajak Warga Wajib Pilah dari Rumah

Tumpukan Sampah Cakung Barat Disorot, Lurah Yasir Ajak Warga Wajib Pilah dari Rumah
Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra (Dok Erfan)

ASKARA - Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, merespons persoalan tumpukan sampah yang belakangan menjadi sorotan di wilayahnya dengan mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui disiplin memilah sampah sejak dari rumah. Hal itu disampaikannya saat berbincang santai bersama awak media di Cakung Barat, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan, meningkatnya volume sampah seiring pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan kesadaran warga untuk mengelola sampah dari sumbernya. Menurutnya, pemilahan antara sampah organik dan anorganik merupakan langkah awal yang krusial untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang selama ini menerima kiriman sampah dalam jumlah besar setiap hari dari Jakarta.

Upaya konkret telah dilakukan pihak kelurahan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur melalui sosialisasi pemilahan sampah kepada pengurus RW, LMK, dan PKK pada Senin (20/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan respons langsung atas persoalan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Yasir menjelaskan, jika sampah sudah dipilah, maka sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah di tingkat RW, sementara sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Selain memberi nilai tambah secara ekonomi, langkah ini juga mampu menekan volume sampah secara signifikan sebelum masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Dengan begitu, hanya sampah residu yang dibawa ke TPST Bantar Gebang atau RDF Rorotan. Ini yang terus kami dorong melalui gerakan pilah sampah dari sumbernya yang melibatkan RW, RT, kader PKK, Jumantik, Dasawisma, hingga komunitas warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah di Tingkat RW, yang diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh di masyarakat.

Kelurahan Cakung Barat, lanjutnya, juga terus menggencarkan sosialisasi kepada warga agar kebiasaan memilah sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai manfaat.

“Kalau ini berjalan konsisten, bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendukung program pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy di masa depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Yasir turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, komunitas, serta pelaku usaha seperti pasar, restoran, hingga industri dalam mengelola sampah secara mandiri dan tuntas.

Ia berharap, melalui partisipasi aktif masyarakat, pengelolaan sampah di Cakung Barat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target nasional dalam penanganan sampah di masa mendatang.

 

 

Komentar