Senin, 08 Juni 2026 | 04:22
NEWS

Pagelaran Dramatis Tembang Alit Kartini Hidupkan Kembali Nilai Perjuangan Kartini

Pagelaran Dramatis Tembang Alit Kartini Hidupkan Kembali Nilai Perjuangan Kartini
Penghargaan MURI Kartini 2026 diberikan kepada perempuan Indonesia yang dinilai mencetak prestasi luar biasa (Dok Askara)

ASKARA - Peringatan Hari Kartini tahun ini diwarnai dengan pagelaran seni bertajuk “Tembang Alit Kartini” yang dirangkai dengan penyerahan Penghargaan MURI Kartini 2026. Acara berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Minggu (19/4).

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuka jalan emansipasi perempuan Indonesia, sekaligus memberikan apresiasi kepada perempuan-perempuan inspiratif masa kini dari berbagai bidang.

Budayawan Jaya Suprana menyebut Kartini sebagai sosok yang melampaui zamannya. “Kartini bukan sekadar perempuan, ia adalah cahaya zaman. Melalui surat-suratnya, ia membuka jendela dunia bagi kaum wanita,” ujarnya.

Penghargaan MURI Kartini 2026 diberikan kepada perempuan Indonesia yang dinilai mencetak prestasi luar biasa. Selain itu, ajang ini juga bertujuan mendorong lahirnya inspirasi bagi generasi perempuan untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Pertunjukan “Tembang Alit Kartini” dikemas dalam format dramatik musikal yang memadukan pembacaan surat-surat Kartini dengan musik dan tari. Narasi dibangun melalui fase-fase kehidupan Kartini, mulai dari masa pingitan hingga gagasan besarnya tentang pendidikan perempuan.

Iringan musik menghadirkan perpaduan piano, biola, cello, serta gamelan Jawa, yang memperkuat nuansa artistik di setiap babak pertunjukan.

Acara ini diproduseri oleh Aylawati Sarwono, tokoh seni sekaligus Co-Founder Jaya Suprana School of Performing Arts dan Direktur Utama Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sementara itu, penyutradaraan dipercayakan kepada Wawan Sofwan, sutradara teater yang dikenal melalui pementasan pidato-pidato Soekarno.

Sejumlah tokoh perempuan nasional turut ambil bagian dalam pembacaan surat Kartini, di antaranya Halida Nuriah Hatta, Nanik Hadi Tjahjanto, Hetty Andika Perkasa, Inaya Wulandari Wahid, hingga Gendis Soeharto.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Laskar Indonesia Pusaka, Jaya Suprana School of Performing Arts, dan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Perpustakaan Nasional RI.

Melalui pergelaran ini, nilai-nilai perjuangan Kartini diharapkan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran strategis perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

 

Komentar