Paus Leo XIV Kritik Trump: Tuhan Tinggalkan Mereka yang Arogan
ASKARA - Pernyataan keras dilontarkan Pope Leo XIV dalam lawatannya ke Aljazair. Ia secara tegas menyebut dunia hari ini dipenuhi perang, kekerasan, ketidakadilan, hingga kebohongan, sesuatu yang, menurutnya, “merobek hati Tuhan.”
Berbicara di panti jompo Ma Maison yang dikelola Little Sisters of the Poor, Paus tidak sekadar menyampaikan pesan spiritual, tetapi juga kritik moral yang menohok terhadap arah peradaban global.
“Hati Tuhan tersayat oleh perang, kekerasan, ketidakadilan, dan kebohongan,” tegasnya.
Dalam nada yang lebih tajam, Paus Leo XIV menegaskan, Tuhan tidak berada di pihak mereka yang berkuasa dengan kesombongan dan keangkuhan. Ia menyindir keras elite dunia yang kerap mengabaikan nilai kemanusiaan demi kepentingan.
“Tuhan tidak bersama yang jahat, arogan, dan penuh kesombongan,” ujarnya, Selasa (14/4).
Sebaliknya, Paus menegaskan, Tuhan justru hadir di tengah orang-orang kecil, mereka yang hidup dalam kesederhanaan, melayani, dan membangun perdamaian tanpa pamrih.
Pesan ini disampaikan di Annaba, kota bersejarah yang dahulu dikenal sebagai Hippo, tempat Saint Augustine pernah menggembalakan umat. Di lokasi ini pula, Paus menyoroti pentingnya persaudaraan lintas iman, setelah mendengar kesaksian seorang lansia Muslim yang hidup berdampingan secara damai di panti tersebut.
Namun, di balik pesan toleransi itu, Paus menyisipkan kritik keras: dunia modern dinilai semakin menjauh dari nilai kasih dan kebenaran, digantikan oleh konflik dan kepentingan sempit.
Ia menutup kunjungannya dengan menyerukan agar manusia kembali pada pelayanan dan cinta kasih sebagai satu-satunya jalan membangun “kerajaan damai,” sebuah sindiran terbuka terhadap dunia yang terus terjebak dalam lingkaran kekerasan dan ketidakadilan.

Komentar