Tokoh Muda Aceh Desak Pemekaran ALA, Soroti Lambannya Respons Pemerintah
ASKARA - Desakan pemekaran wilayah kembali menguat dari Aceh. Tokoh muda, Darmawan Aman Rico, secara tegas mendorong pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) sebagai solusi konkret atas berbagai persoalan yang dinilai tak kunjung terselesaikan.
Dalam pernyataannya, Selasa (14/4/2026), Darmawan menyoroti lambannya penanganan bencana, ketidakjelasan program rehabilitasi, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap semakin jauh dari kepentingan rakyat.
“Fakta di lapangan menunjukkan banyak persoalan yang berlarut-larut tanpa penyelesaian. Ini bukan sekadar kekurangan teknis, tapi sudah menyangkut lemahnya keberpihakan,” tegasnya.
Ia juga mengkritik pola komunikasi pemerintah yang dinilai tidak sehat. Menurutnya, suara masyarakat yang menyampaikan kritik justru kerap dianggap sebagai ancaman, bukan bahan evaluasi.
“Ruang kritik semakin sempit. Masyarakat bicara, tapi tidak didengar. Ini berbahaya bagi demokrasi,” ujarnya.
Dalam situasi tersebut, Darmawan menilai pemekaran wilayah bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Ia menegaskan, pembentukan Provinsi ALA akan memangkas birokrasi yang panjang dan menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat.
“Kalau rentang kendali terlalu jauh, pelayanan pasti lambat. Pemekaran adalah jalan untuk mempercepat respons dan memastikan keadilan pembangunan,” katanya.
Ia pun mengingatkan, wacana ALA bukan isu baru, melainkan aspirasi lama masyarakat wilayah tengah Aceh yang selama ini merasa tertinggal dalam pembangunan.
“Ini soal keadilan. Jangan sampai ketimpangan terus dibiarkan tanpa solusi nyata,” pungkasnya.
Desakan ini menambah tekanan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk segera merespons tuntutan pemekaran secara serius, di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kinerja pelayanan dan pembangunan.

Komentar