Rabu, 17 Juni 2026 | 21:19
NEWS

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian dan Solidaritas di Aljazair

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian dan Solidaritas di Aljazair
Pope Leo XIV memulai kunjungan apostolik tiga hari ke Aljazair (Dok Vaticannews)

ASKARA - Pope Leo XIV memulai kunjungan apostolik tiga hari ke Aljazair dengan menyerukan pentingnya perdamaian, dialog, dan solidaritas di tengah tantangan global. Pesan tersebut disampaikan saat bertemu otoritas sipil, masyarakat, dan korps diplomatik di Djamaa el Djazair Conference Center, Senin waktu setempat.

Sebelumnya, Paus terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Presiden Abdelmadjid Tebboune di Istana Kepresidenan. Dalam sambutannya di hadapan sekitar 1.400 undangan, Paus mengaku datang sebagai “peziarah perdamaian” yang membawa pesan persaudaraan universal.

“Kita adalah saudara dan saudari, karena kita memiliki Bapa yang sama di surga,” ujar Paus.

Ia juga memuji masyarakat Aljazair atas budaya rekonsiliasi, solidaritas, serta semangat kebersamaan yang kuat. Menurutnya, praktik kedermawanan yang hidup di tengah masyarakat mencerminkan nilai keadilan yang mendalam.

“Agama tanpa belas kasih dan masyarakat tanpa solidaritas adalah skandal di mata Tuhan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Paus mengajak para pemimpin sipil untuk mengedepankan dialog dan kerja sama demi menciptakan keadilan yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya menghormati martabat setiap individu serta peka terhadap penderitaan sesama sebagai kunci menghindari konflik.

Paus juga mengingatkan pesan para pendahulunya, Pope Benedict XVI dan Pope Francis, mengenai perlunya mengarahkan globalisasi melalui partisipasi sosial, politik, dan ekonomi yang inklusif.

Lebih lanjut, ia menilai kekuatan sejati suatu bangsa terletak pada kemampuannya membangun kerja sama antarwarga, di mana pemerintah berperan melayani, bukan mendominasi.

Paus juga menyoroti posisi geografis Aljazair yang diapit Laut Mediterania dan Gurun Sahara sebagai simbol persimpangan peradaban. Ia mengingatkan agar wilayah tersebut tidak menjadi “kuburan harapan” akibat konflik dan penderitaan.

“Laut dan gurun adalah ruang pertemuan dan kekayaan kemanusiaan. Jangan sampai kita mengubahnya menjadi tempat di mana harapan mati,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Paus mengajak para pemimpin Aljazair untuk menghadapi polarisasi dengan kebijaksanaan dan tetap menjaga hati serta nurani. Menurutnya, tantangan zaman justru membuka peluang lahirnya pembaruan yang membawa harapan baru bagi dunia.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat peran Aljazair sebagai jembatan antarbangsa serta mempererat kontribusi Gereja Katolik dalam mendukung perdamaian dan kesejahteraan global.

 

 

Komentar