Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:03
NEWS

Setelah Pasar Jambu Dua Bagus, Pembeli Malah Hilang, Pedagang Menjerit

Setelah Pasar Jambu Dua Bagus, Pembeli Malah Hilang, Pedagang Menjerit
Ilustrasi penjual gigit jari (Dok Askara)

ASKARA - Revitalisasi Pasar Jambu Dua yang kini tampil lebih modern belum sepenuhnya membawa dampak positif bagi pedagang. Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet setelah pasar kembali beroperasi awal 2026.

Pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya tersebut memang mengalami peningkatan dari sisi fasilitas dan penataan. Namun, kondisi tersebut belum diikuti dengan meningkatnya jumlah pengunjung.

Salah satu pedagang sayuran mengungkapkan bahwa pendapatannya menurun drastis dibandingkan sebelum renovasi. Ia menyebut, sebelumnya bisa meraup Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per hari, namun kini untuk mencapai Rp250 ribu saja cukup sulit.

“Pasarnya sekarang lebih bersih dan rapi, tapi pembeli justru berkurang. Dampaknya terasa sekali ke penghasilan kami,” ujarnya, Kamis (8/4/2026).

Para pedagang berharap pengelola segera mengambil langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar, termasuk melalui promosi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Mereka juga mengaku khawatir jika kondisi sepi terus berlanjut, karena tetap harus menanggung biaya sewa dan retribusi setiap bulan.

Revitalisasi pasar sendiri merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Bogor untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional agar lebih nyaman, aman, dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Namun bagi pedagang, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, melainkan juga tingkat keramaian dan daya beli masyarakat.

 

 

Komentar