Waspadai Dugaan Pemalsuan Situs, Jejak Energi Leluhur Nusantara Masih Hidup
ASKARA - Tokoh R. Ngt. Arini Sanjaya menyampaikan pandangan reflektif terkait ancaman terputusnya keilmuan Nusantara akibat semakin jauhnya generasi masa kini dari sejarah dan jati diri leluhur.
Menurut Arini, warisan leluhur tidak hanya hadir dalam bentuk artefak atau cerita, tetapi juga tersimpan dalam simbol-simbol alam seperti pohon tua, batu, hingga situs budaya seperti candi dan punden. Ia menyebut titik-titik tersebut sebagai “koordinat energi” yang diwariskan lintas generasi.
Dalam penjelasannya, ia mengaitkan konsep tersebut dengan Hukum Kekekalan Energi, yang dalam perspektifnya mencerminkan kesinambungan energi leluhur yang tetap ada dan dapat “diaktifkan” oleh keturunannya.
“Yang mampu mengaktifkan adalah yang memiliki semacam ‘stempel’ asal-usul atau garis keturunan. Ini tidak bisa direkayasa,” ujarnya, Senin (6/4).
Ia juga menyinggung adanya dugaan pemalsuan makam dan pergeseran lokasi situs tertentu yang dinilai dapat mengaburkan jejak sejarah serta menghambat generasi penerus dalam memahami warisan leluhur secara utuh.
Arini mengajak masyarakat untuk menjaga keaslian situs-situs seperti makam, punden, dan pepohonan tua sebagai bagian dari identitas dan kesinambungan budaya Nusantara.
Pernyataan ini menuai beragam tanggapan. Sebagian melihatnya sebagai ajakan untuk kembali menghargai kearifan lokal, sementara lainnya menilai pentingnya pendekatan ilmiah dalam menelaah klaim-klaim tersebut.
Terlepas dari perbedaan pandangan, isu ini kembali menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya dan memperkuat kesadaran sejarah di tengah arus modernisasi yang kian cepat.

Komentar