Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15
NEWS

Aparat Israel Cegah Patriark Yerusalem Masuk Gereja Makam Kudus

Aparat Israel Cegah Patriark Yerusalem Masuk Gereja Makam Kudus
Gereja Makam Kudus (Dok Pixabay)

ASKARA - Ketegangan mewarnai perayaan Minggu Palma di Yerusalem setelah Patriark Latin, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, bersama Custos Tanah Suci Fr. Francesco Ielpo, tidak dapat memasuki Gereja Makam Kudus untuk memimpin misa.

Peristiwa tersebut terungkap dalam pernyataan bersama Patriarkat Latin Yerusalem dan Custody of the Holy Land yang dirilis pada Minggu (29/3). Disebutkan, kedua pemimpin gereja itu dihentikan oleh polisi Israel saat menuju lokasi ibadah, meski tidak dalam bentuk prosesi atau kegiatan resmi berskala besar.

Akibatnya, misa yang seharusnya menjadi bagian penting dari rangkaian Pekan Suci tidak dapat dilaksanakan di salah satu situs paling sakral bagi umat Kristiani tersebut.

Dinilai Langkah Tak Beralasan

Dalam keterangannya, pihak gereja menilai tindakan aparat sebagai keputusan yang tidak proporsional dan sulit dibenarkan. Terlebih, sejak awal konflik, otoritas gereja telah mematuhi berbagai pembatasan, termasuk meniadakan pertemuan besar dan mengalihkan ibadah melalui siaran untuk umat di seluruh dunia.

“Ini menjadi preseden serius yang mengusik kebebasan beribadah dan menghormati status quo di tempat-tempat suci,” demikian isi pernyataan tersebut.

Umat Dunia Bereaksi

Insiden ini juga disebut melukai perasaan umat Kristiani global yang menjadikan Yerusalem sebagai pusat spiritual, khususnya selama perayaan menjelang Paskah.

Kardinal Pizzaballa dan Fr. Ielpo menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Mereka menilai, terhambatnya ibadah pada hari penting dalam kalender gereja menjadi pukulan bagi kehidupan religius umat, baik di Tanah Suci maupun di berbagai belahan dunia.

Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan tersebut, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang komitmen terhadap kebebasan beragama di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat tiga agama besar dunia.

 

 

Komentar