Jacket 1.380 Ton Siap Berlayar, Proyek Manpatu Masuk Fase Kunci
ASKARA - Proyek Pengembangan Manpatu yang digarap PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memasuki tahap krusial. Struktur bawah laut (jacket) seberat 1.380 ton kini siap diberangkatkan menuju lokasi instalasi di Selat Makassar.
Proses load out jacket tersebut berhasil dilaksanakan pada Kamis (26/3) di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang. Keberhasilan ini menandai kesiapan tahap sail away sebagai bagian penting dalam pengembangan lapangan lepas pantai South Mahakam.
Proyek Manpatu sendiri berlokasi sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan dan dirancang sebagai proyek fast track untuk mendukung target produksi migas nasional, dengan kapasitas desain mencapai 80 MMSCFD.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada percepatan produksi, tetapi juga pada penguatan industri dalam negeri.
“Kami konsisten mendorong penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik global untuk memastikan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
TKDN dan Inovasi Jadi Andalan
Salah satu keunggulan Proyek Manpatu terletak pada tingginya penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Untuk pertama kalinya di wilayah Mahakam, proyek ini menggunakan pipa penyalur lokal jenis Electric Resistance Welding (ERW) secara menyeluruh.
Penggunaan pipa lokal ini mencakup seluruh sistem, mulai dari perpipaan bawah laut, riser, hingga pipe bend, yang menjadi tonggak penting dalam kemandirian industri migas nasional.
Proyek Kompleks, Keselamatan Terjaga
Secara teknis, Proyek Manpatu mencakup pekerjaan berskala besar dan berisiko tinggi, antara lain:
Fabrikasi dan instalasi anjungan baru (jacket & piles ±1.380 ton dan topside ±1.100 ton)
Pemasangan pipa bawah laut diameter 14 inci sepanjang 2,5 kilometer
Pengeboran 11 sumur pengembangan di kedalaman 50–60 meter
Meski kompleks, proyek ini mencatatkan kinerja keselamatan kerja yang impresif. Hingga Maret 2026, PHM berhasil membukukan lebih dari 2 juta jam kerja tanpa kecelakaan (Lost Time Incident).
Target Produksi 2027
Setelah tahap load out jacket, proses berikutnya adalah pengiriman dan instalasi topside yang dijadwalkan pada pertengahan April 2026. Seluruh platform ditargetkan terpasang pada awal Kuartal III 2026.
Adapun produksi perdana (onstream) Proyek Manpatu ditargetkan mulai pada Kuartal I 2027, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Komentar