Kamis, 18 Juni 2026 | 00:57
NEWS

Serangan Rudal Iran Targetkan Infrastruktur Energi Israel, Ketegangan Memuncak

Serangan Rudal Iran Targetkan Infrastruktur Energi Israel, Ketegangan Memuncak
Sebuah rudal Iran meledak di area terbuka dekat Hadera pada 25 Maret 2026 (X Israel)

ASKARA - Ketegangan konflik antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah sebuah rudal balistik Iran menghantam area terbuka di wilayah utara Israel, Rabu waktu setempat. Serangan ini diduga menargetkan fasilitas energi strategis, termasuk pembangkit listrik terbesar Israel.

Lokasi jatuhnya rudal berada di sekitar kota Hadera, yang menjadi lokasi Orot Rabin Power Station. Meski demikian, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan terhadap infrastruktur vital tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa sebagian rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target. Fragmen rudal yang jatuh di beberapa lokasi langsung ditangani oleh tim penyelamat yang dikerahkan ke lapangan.

Serangan ini merupakan gelombang keempat sejak tengah malam, yang memicu sirene peringatan di wilayah Israel tengah hingga utara. Hingga Rabu sore, tercatat sedikitnya tujuh gelombang tambahan serangan rudal yang menjangkau wilayah luas, dari utara hingga kota Eilat di selatan.

Salah satu serangan juga diarahkan ke wilayah Dimona, yang bertepatan dengan serangan roket dari kelompok Hezbollah di Lebanon, memperluas eskalasi konflik lintas wilayah.

Sebelumnya, Iran telah mengancam akan menargetkan fasilitas energi Israel. Pekan lalu, serangan yang mengenai kilang minyak Bazan di Haifa sempat menyebabkan gangguan operasional selama beberapa hari akibat kerusakan dari pecahan rudal.

Di sisi lain, militer Israel terus melancarkan serangan balasan ke sejumlah target strategis di Iran. Konflik yang telah berlangsung hampir empat pekan ini menunjukkan pola eskalasi yang semakin intens, dengan infrastruktur energi menjadi sasaran utama kedua pihak.

Meski situasi di lapangan memanas, upaya diplomasi terus berlangsung. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik masih berjalan, termasuk pengajuan rencana perdamaian yang dikabarkan telah disampaikan kepada Teheran.

Perkembangan ini menandakan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di medan militer, tetapi juga di arena diplomatik, dengan risiko dampak yang semakin luas bagi stabilitas kawasan dan global.

 

 

Komentar