Minggu, 19 Juli 2026 | 16:47
OPINI

Karakter Donald Trump Ternyata Sesuai Primbon, Lihat Faktanya

Karakter Donald Trump Ternyata Sesuai Primbon, Lihat Faktanya
Ilustrasi Donal Trump dengan busana tradisional nusantara (Dok Askara)

ASKARA - Di tengah meningkatnya tensi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, sosok Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan. Di luar analisis politik modern, muncul pula pendekatan unik dari perspektif budaya Jawa yang mengaitkan gaya kepemimpinannya dengan weton kelahirannya.

Donald Trump, yang lahir pada 14 Juni 1946, dalam penanggalan Jawa dikaitkan dengan weton Jumat Pahing, mongso Saddha, dan wuku Gumbreg. Tafsir ini menarik perhatian karena dianggap memiliki kemiripan dengan gaya kepemimpinannya saat ini.

Tegas, Ambisius, dan Tak Mudah Mundur

Dalam primbon Jawa, Jumat Pahing menggambarkan sosok komunikatif, ambisius, dan memiliki tekad kuat. Karakter ini dinilai selaras dengan pendekatan Trump yang dikenal tegas, berani mengambil langkah kontroversial, dan tidak ragu menghadapi tekanan global.

Di tengah konflik yang melibatkan Iran dan kawasan Teluk, sikap keras dan penuh tekanan yang ditunjukkan AS mencerminkan karakter pemimpin yang tidak mudah mundur.

Sisi Lain: Keraguan dan Dinamika Keputusan

Namun, mongso Saddha juga menggambarkan sisi lain: kecenderungan ragu dan keputusan yang bisa berubah dalam waktu singkat. Dalam konteks geopolitik, hal ini dapat terlihat dari dinamika kebijakan luar negeri yang kadang berubah cepat mengikuti situasi.

Pendekatan ini bisa menjadi kekuatan, fleksibel dan adaptif, namun juga berisiko menciptakan ketidakpastian di tingkat global.

Antara Strategi dan Persepsi

Di tengah ketegangan Selat Hormuz, ancaman militer, hingga tekanan ekonomi, kepemimpinan Trump dinilai tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga memainkan faktor psikologis dan tekanan global.

Hal ini sejalan dengan konsep dalam primbon yang menyebutkan bahwa kekuatan tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi bisa muncul dalam bentuk pengaruh dan persepsi.

Perspektif Budaya di Tengah Realitas Global

Meski bukan pendekatan ilmiah, tafsir weton memberikan perspektif menarik dalam membaca karakter pemimpin dunia. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, pendekatan ini menjadi refleksi bahwa kepemimpinan tidak hanya soal strategi, tetapi juga soal karakter.

Namun pada akhirnya, arah dunia tetap ditentukan oleh keputusan nyata di panggung geopolitik, bukan oleh weton, melainkan oleh kebijakan yang diambil dan dampaknya bagi masyarakat global.

 

 

Komentar