Gempa Guncang Melawi, Mungkinkah Sejarah Gempa Besar Kalimantan Terulang?
ASKARA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 mengguncang wilayah utara Melawi, Kalimantan, pada Rabu (19/3/2026) malam. Berdasarkan data , pusat gempa berada di darat sekitar 92 kilometer utara Melawi, dengan kedalaman 14 kilometer.
Koordinat gempa tercatat pada 0,13 Lintang Utara dan 111,81 Bujur Timur. Guncangan dilaporkan dirasakan masyarakat, meski tidak berpotensi tsunami.
BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. “Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan resmi yang disampaikan.
Fenomena ini kembali menegaskan bahwa Kalimantan tidak sepenuhnya bebas dari aktivitas gempa. Selama ini wilayah tersebut dikenal relatif aman karena jauh dari zona subduksi aktif. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gempa dalam beberapa tahun terakhir.
Data menunjukkan jumlah kejadian gempa di Kalimantan meningkat signifikan, dari sekitar 80 kali pada 2023 menjadi lebih dari 200 kali pada 2024. Sebagian besar gempa tersebut berkekuatan kecil, namun tetap menjadi perhatian para ahli.
Aktivitas gempa di wilayah ini umumnya dipicu oleh sesar darat aktif, seperti Sesar Adang dan Sesar Tarakan, serta fenomena gempa intraplate di dalam Lempeng Eurasia.
Sejarah juga mencatat bahwa Kalimantan pernah mengalami gempa besar, termasuk gempa magnitudo 7,0 di wilayah Sangkulirang pada 1921, meskipun kejadian serupa tergolong sangat jarang.
Dengan tren peningkatan aktivitas tersebut, masyarakat di Kalimantan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana, meski risiko gempa besar relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Komentar