Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:53
NEWS

Kasus Penganiayaan Air Keras Tengah Malam, Empat Oknum Anggota TNI Ditahan

Kasus Penganiayaan Air Keras Tengah Malam, Empat Oknum Anggota TNI Ditahan
Jumpa pers Mabes TNI ungkap kasus Andri Yunus, KontraS (Dok Youtube Kompastv)

ASKARA - Komando Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menggelar jumpa pers terkait penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Dalam keterangannya, Komandan Puspom TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang terduga pelaku yang merupakan oknum anggota TNI.

Jumpa pers tersebut turut dihadiri Kapuspen TNI, Asintel Panglima TNI, serta Kababinkum TNI sebagai bentuk komitmen transparansi institusi dalam menangani kasus tersebut.

"Bismillahirrahmanirrahim, kami menyampaikan bahwa tadi pagi kami telah menerima laporan dari Dandim terkait dugaan penganiayaan terhadap saudara Andri Yunus yang terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Talang dan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat," ujar Yusri dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Menurutnya, korban telah membuat laporan resmi kepada pihak berwenang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Puspom TNI langsung melakukan penahanan sementara terhadap para terduga pelaku untuk kepentingan penyelidikan.

"Saat ini keempat terduga pelaku sudah kami amankan dan tengah menjalani pemeriksaan di Puspom TNI," katanya.

Yusri menegaskan, seluruh terduga pelaku berasal dari satu satuan yang sama. Namun, pihaknya belum membeberkan secara rinci identitas maupun satuan tersebut karena masih dalam proses penyidikan.

Terkait adanya dugaan motif lain di balik peristiwa tersebut, Yusri menyebut hal itu masih akan didalami lebih lanjut.

"Nanti akan kami kembangkan dalam proses penyidikan. Kami bekerja secara profesional dan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi," tegasnya.

Ia juga mengingatkan, proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ada putusan berkekuatan hukum tetap.

Puspom TNI, lanjut Yusri, telah melakukan penyelidikan internal dan menemukan sejumlah kejanggalan yang kini menjadi fokus pendalaman penyidik.

"Kami melihat ada beberapa kejanggalan yang akan kami dalami lebih lanjut. Perkembangannya akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik," ujarnya.

Pihak TNI memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum dan disiplin di lingkungan internal militer.

 

 

Komentar