Prof. Rokhmin Dahuri Dorong BUMDes Durajaya Jadi Motor Ekonomi Desa Lewat Budidaya Bioflok
ASKARA — Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, melakukan kunjungan langsung ke unit usaha budidaya bioflok ikan mas dan nila yang dikelola oleh BUMDes Durajaya. Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog dengan pengelola mengenai berbagai tantangan teknis dan manajerial yang dihadapi, sekaligus memberikan dorongan agar usaha desa dapat berkembang menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
BUMDes Durajaya saat ini mengembangkan 4 unit usaha desa, yaitu budidaya bioflok ikan, pepaya California, pengelolaan sampah, serta peternakan puyuh. Unit bioflok dikelola secara teknis oleh Adi, lulusan perikanan yang dipercaya sebagai direktur teknis.
“BUMDes Durajaya saat ini mengelola empat unit usaha desa, yakni budidaya bioflok ikan, pepaya California, pengelolaan sampah, serta peternakan puyuh,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini, dalam keterangannya, Senin (16/3).
Unit bioflok sendiri ditangani secara teknis oleh Adi, seorang lulusan perikanan yang dipercaya sebagai direktur teknis. Hingga kini terdapat lima kolam bioflok yang dikelola oleh tiga orang anggota. Panen perdana yang dilakukan awal tahun ini menghasilkan sekitar empat kuintal ikan.
"Namun proses budidaya masih menghadapi tantangan karena tingkat mortalitas mencapai sekitar 50%, yang dipengaruhi oleh kondisi suhu dan pH air yang belum stabil, sehingga usaha bioflok masih berada pada tahap pengembangan," terang Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini.
Dalam diskusi, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya penguatan sektor produksi di tingkat desa. Menurutnya, perikanan budidaya berbasis bioflok memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. “Asalkan didukung oleh manajemen yang baik, ketersediaan benih, serta pendampingan teknis berkelanjutan,” jelas Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) tersebut.
Tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) dan Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) ini menegaskan bahwa desa-desa di Indonesia dapat menjadi pusat produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Pengelola BUMDes Durajaya berharap adanya dukungan berupa benih ikan, khususnya nila dan lele, serta pendampingan teknis agar produksi bioflok dapat meningkat. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan kolaborasi berbagai pihak, unit bioflok BUMDes Durajaya diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa, sekaligus memperkuat sektor perikanan budidaya di tingkat lokal.

Komentar