Iran Klaim Serang Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln, Washington Membantah
ASKARA - Militer Iran mengklaim telah menimbulkan “kerusakan signifikan” pada kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dalam serangan yang melibatkan rudal dan drone. Serangan tersebut disebut memaksa kapal induk bertenaga nuklir itu mundur dari wilayah operasi di kawasan Laut Oman.
Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Sabtu menyatakan bahwa serangan tersebut membuat kapal induk itu tidak dapat beroperasi sementara waktu.
Menurutnya, serangan dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran yang mengklaim telah berhasil menargetkan kapal induk tersebut dalam rangkaian konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Shekarchi mengatakan dampak serangan tersebut memaksa kapal induk Amerika itu menarik diri dari posisi operasinya di perairan Laut Oman. Namun hingga kini pihak Iran tidak memberikan bukti yang dapat memverifikasi klaim tersebut.
Selama konflik yang telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir, militer Iran beberapa kali menyatakan telah menyerang kapal tersebut.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat membantah keras klaim tersebut. Komando militer AS di kawasan, United States Central Command, menyebut pernyataan Iran sebagai informasi yang tidak benar.
“Untuk memperjelas, kelompok tempur kapal induk Abraham Lincoln tetap mendominasi wilayah udara Iran dari laut,” tulis CENTCOM dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial.
Sebelumnya, media Amerika Serikat melaporkan adanya insiden di laut ketika sebuah kapal Iran mendekati kelompok tempur kapal induk tersebut. Insiden itu memicu respons dari militer AS.
Menurut laporan media AS, sebuah helikopter militer Amerika menembakkan dua rudal Hellfire ke arah kapal tersebut. Namun hingga kini belum diketahui kondisi kapal Iran maupun awaknya setelah insiden tersebut.
Pada saat kejadian, USS Abraham Lincoln dilaporkan berada ratusan kilometer dari batas perairan Iran di kawasan Teluk Oman.
Kapal induk kelas Nimitz itu merupakan salah satu kapal perang terbesar milik Amerika Serikat dan saat ini menjadi bagian dari dua kelompok tempur kapal induk yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah.
Kapal tersebut sebelumnya tiba di Samudra Hindia pada Januari lalu sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer laut Amerika yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai sebuah “armada besar”.
Sejak pertama kali diluncurkan pada akhir 1980-an, USS Abraham Lincoln kerap dikerahkan dalam berbagai operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah dan Indo-Pasifik.

Komentar