Senin, 15 Juni 2026 | 19:35
NEWS

Mesin Kapal Rute Bitung-Ternate Rusak di Laut, Basarnas Kerahkan Operasi SAR

Mesin Kapal Rute Bitung-Ternate Rusak di Laut, Basarnas Kerahkan Operasi SAR
Basarnas kerahkan Operasi SAR setelah sebuah kapal penumpang dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan Maluku Utara (Dok Basarnas)

ASKARA - Tim pencarian dan pertolongan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate melakukan operasi SAR setelah sebuah kapal penumpang dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan Maluku Utara.

Kapal tersebut adalah KM Gandha Nusantara 17 yang berlayar dari Bitung menuju Ternate. Informasi mengenai insiden itu diterima Kantor SAR Ternate dari perwakilan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Ternate pada Minggu (15/3/2026).

Berdasarkan laporan awal, kapal bertolak dari Bitung pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Namun pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT, kapal mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate.

Pihak kru kapal sempat berupaya memperbaiki kerusakan secara mandiri, namun upaya tersebut belum berhasil. Kapten kapal kemudian melaporkan kondisi darurat tersebut kepada pihak PELNI yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Basarnas Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando, mengatakan tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi kejadian setelah laporan diterima.

“Pada pukul 12.15 WIT, tim Rescue Kansar Ternate bergerak menuju lokasi menggunakan kapal SAR untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan,” ujarnya.

Tim SAR bergerak menggunakan kapal penyelamat KN SAR 237 Pandudewanata. Sementara itu, kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di sekitar lokasi turut berupaya membantu proses penarikan kapal yang mengalami kerusakan.

Namun upaya tersebut sempat terkendala kondisi cuaca di lokasi kejadian. Ombak dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 2,5 hingga 3 meter. Selain itu, kapal yang mengalami kerusakan dilaporkan sempat mengalami kemiringan sekitar 20 derajat.

Hingga saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ternate, pihak PELNI, serta bantuan dari kapal di sekitar lokasi.

Berdasarkan laporan sementara, terdapat tujuh orang yang berada di kapal tersebut. Hingga kini identitas korban masih dalam pendataan dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses evakuasi selesai.

 

 

Komentar