Kamis, 04 Juni 2026 | 07:57
NEWS

Di Depan Bank BNI, Umat Katolik Lakukan Doa Rosario Minta Keadilan

Di Depan Bank BNI, Umat Katolik Lakukan Doa Rosario Minta Keadilan
Sejumlah umat Katolik berkumpul di depan kantor Bank BNI 46 sambil melantunkan doa rosario (Dok Tangkapan Layar)

ASKARA - Sebuah video yang diunggah akun TikTok @inibukanniko menjadi perbincangan warganet setelah menampilkan aksi umat Katolik dari Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara yang melakukan unjuk rasa di kantor cabang Bank Negara Indonesia (BNI) di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Dalam tayangan yang diunggah pada Jumat (13/3/2026) tersebut, terlihat sejumlah umat berkumpul di depan kantor bank sambil mendaraskan doa rosario. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan hilangnya dana milik gereja dan simpanan Credit Union umat yang sebelumnya ditabung di bank tersebut.

Dalam narasi yang menyertai video, disebutkan bahwa dana yang diduga hilang mencapai sekitar Rp28,5 miliar. Dana tersebut disebut berasal dari kas gereja serta simpanan milik umat Katolik.

Unggahan tersebut pun memicu beragam tanggapan dari warganet di kolom komentar. Salah satu pengguna TikTok, @Dewi Sihombing, menuliskan bahwa suaminya turut hadir dalam aksi tersebut.

"Suamiku ikut juga di situ. Katanya mau dibayar dua atau tiga kali. Akhir bulan ini dibayar Rp7 miliar. Uang tiga paroki lenyap, termasuk uang untuk renovasi gereja di kampung mertua," tulisnya.

Komentar lain juga bernuansa doa dan harapan agar persoalan tersebut menemukan jalan keluar. Akun @Nutrimax Is Quality menulis, :Semoga Bunda Penolong Abadi bisa menggerakkan hati orang-orang yang sudah mencuri uang gereja."

Sementara akun @laurent’ie mengajak umat untuk tetap tenang. "Tepat sekali, jangan gaduh dan ricuh. Cukup doakan dan percaya, Tuhan selalu memberkati," tulisnya.

Doa serupa juga disampaikan oleh pengguna lain, @Brownie Sigmund Pavlov, yang menuliskan, "Bunda Maria, doakanlah keadilan bagi paroki yang mengalami ketidakadilan ini."

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, pihak Bank Negara Indonesia sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun TikTok resmi @Bank Negara Indonesia, pihak bank menyebutkan bahwa saat ini sedang dilakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh.

"BNI sedang melakukan pemeriksaan internal secara komprehensif untuk memastikan fakta secara objektif. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dan akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku," tulis pihak bank dalam unggahan yang menanggapi postingan di akun media @askara.

Kasus dugaan hilangnya dana tersebut kini masih menjadi perhatian publik, sementara berbagai pihak berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan kejelasan.

 

Komentar