Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:54
NEWS

Zam Zam Mubarak: Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Pupuk Global

Zam Zam Mubarak: Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Pupuk Global
Ketua Umum Dewan Koperasi Daerah Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak (Dok Askara)

ASKARA - Meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan Selat Hormuz mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas rantai pasok pangan global. Jalur strategis tersebut tidak hanya menjadi rute utama pengiriman energi dunia, tetapi juga salah satu koridor penting distribusi bahan baku pupuk yang sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian di berbagai negara.

Ketua Umum Dewan Koperasi Daerah Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, menilai kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi daerah penghasil pangan di Indonesia untuk memperkuat kemandirian teknologi pertanian.

Menurutnya, ketergantungan terhadap input pertanian berbasis impor berpotensi menimbulkan kerentanan ketika dinamika geopolitik global mulai mengganggu distribusi pupuk maupun energi.

“Kondisi geopolitik dunia saat ini harus menjadi peringatan bagi sektor pertanian untuk memperkuat kemandirian teknologi dan inovasi lokal agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri,” ujarnya, Rabu (11/3).

Berangkat dari pengamatan tersebut, wilayah Aceh Tengah mulai mendorong penguatan riset serta pengujian teknologi pertanian berbasis mikrobiologi tanah.

Pendekatan ini menitikberatkan pada pengembangan konsorsium mikroba unggul serta aditif biologis terformulasi yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi tanah, memperbaiki kualitas lahan, sekaligus menjaga stabilitas produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Upaya tersebut juga dinilai sebagai bagian dari langkah strategis untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan global. Dengan mengembangkan teknologi berbasis sumber daya hayati serta inovasi lokal, daerah diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pupuk impor sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

 

 

Komentar