BPOM Temukan Sejumlah Produk Bermasalah di Lottemart Grosir Ciracas
ASKARA - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) menemukan sejumlah produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lottemart Grosir Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3/2026). Temuan tersebut antara lain produk kimchi dengan izin edar yang telah habis, kesalahan pencantuman nomor izin edar pada produk makanan, hingga kondisi gudang penyimpanan beku yang melebihi kapasitas.
Sidak tersebut dilakukan menjelang Idulfitri sebagai bagian dari pengawasan pangan oleh BPOM bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto bersama Kepala BPOM RI Taruna Ikrar.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim BPOM menemukan produk Kimchi merek Omasone Mart kemasan 215 gram dan 32 gram yang masa berlaku izin edarnya telah habis. Selain itu, terdapat pula 18 kemasan produk Tari Kimchi Pedas ukuran 100 gram dengan petunjuk penyimpanan yang tidak sesuai.
Temuan lainnya adalah produk Transa Pempek yang mencantumkan nomor izin edar milik produk lain. Tim juga mencatat kondisi gudang penyimpanan beku yang mengalami kelebihan kapasitas hingga tumpukan produk mencapai langit-langit, yang berpotensi memengaruhi stabilitas suhu dan kualitas produk.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan bahwa sidak tersebut merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
“Tujuan kedatangan kami hari ini adalah bagian dari pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan menjelang bulan puasa, selama bulan puasa, hingga Idulfitri. Pada periode ini konsumsi masyarakat meningkat sehingga pengawasan perlu diperketat,” ujar Taruna dalam keterangan yang diterima, Senin (9/3).
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan dua metode, yakni pengawasan acak secara tersembunyi dan pemeriksaan resmi seperti yang dilakukan di Lottemart Grosir Ciracas.
Dalam sidak tersebut, tim memeriksa berbagai produk pangan, mulai dari makanan olahan, parsel, hingga daging ayam. Pemeriksaan meliputi kelengkapan izin edar, masa kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta sistem penyimpanan produk.
BPOM juga melakukan uji sampel terhadap 40 produk menggunakan mobil laboratorium keliling untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti pengawet dan zat pewarna.
“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya. Termasuk kerupuk yang sempat kami curigai mengandung zat pewarna Rhodamin B, hasilnya juga negatif,” kata Taruna.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BPOM dan Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyambut baik kolaborasi ini. Masa menjelang Idulfitri merupakan periode rawan karena kebutuhan pangan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan langsung di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk pangan.
“Berdasarkan pengecekan terhadap sekitar 79 produk, seluruhnya juga dinyatakan negatif formalin. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Komentar