Jejak Sejarah Terungkap
Tim PMBN Banyumas Raya Temukan Makam Terkait Sejarah Nusantara
ASKARA - Tim penelusuran sejarah dari PMBN Banyumas Raya menemukan sebuah makam yang diyakini sebagai Makam Mbok Ajeng Gambir di Dusun Srengseng, Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Penelusuran tersebut dilakukan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Tim yang dipimpin oleh R. Ngt. Arini Sanjaya, S.E., bersama Korbid Budaya Fathul Bari, serta anggota tim Hernan, Ismail, Lulus, dan kamerawan Sirla melakukan penelitian lapangan serta pengumpulan keterangan dari warga setempat.
Menurut Arini, penemuan makam tersebut berkaitan dengan jejak sejarah tokoh spiritual Jawa, Ki Ageng Giring, yang diyakini pernah singgah dan mendirikan padepokan di wilayah Majatengah. (sumber Buku Babad Banjarnegara Drs.Adisarwono edisi 2013)
"Setelah meninggalkan Rara Lembayung di Desa Selamerta, perjalanan Ki Ageng Giring berlanjut ke Majatengah dan mendirikan padepokan. Lokasi padepokan tersebut ditengarai berada di Dusun Srengseng, yang satu kawasan dengan makam Mbok Ajeng Gambir," kata Arini, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, Mbok Ajeng Gambir disebut pernah menimba ilmu di padepokan tersebut. Informasi awal mengenai makam itu juga diperoleh dari warga setempat bernama Mikarta yang menyebut makam tersebut sejak lama hanya diziarahi oleh masyarakat sekitar.
"Selama ini warga hanya mengetahui makam itu sebagai makam tokoh lama, namun tidak mengetahui secara pasti siapa beliau dan dari mana asal-usulnya," ujar Mikarta
Dari hasil penelusuran sejarah dan kajian spiritual yang dilakukan tim pada Rabu (4/3/2026), Arini menyebut analisis mereka semakin menguatkan dugaan bahwa makam tersebut merupakan makam Mbok Ajeng Gambir.
Menurutnya, Mbok Ajeng Gambir diduga merupakan istri dari Yudanegara III atau Patih Danurejo I di Kesultanan Yogyakarta.
Dalam catatan sejarah yang tercantum dalam buku Babon mengenai Raden Adipati Danurejo I, disebutkan bahwa Mbok Ajeng Gambir adalah ibu dari Mas Ajeng Patrawidjaya serta beberapa putri lainnya, yakni Mas Ajeng Tuan Sarip Ambyah, Mas Ajeng Ngt. Manokudrana, dan Mas Ajeng Wangsadrana.
Lebih lanjut, Arini menjelaskan, Mbok Ajeng Gambir juga diyakini merupakan nenek dari Tan Jin Sing/Raden Ngluwar yang juga dikenal sebagai bupati Nayoko Ngayogyakarta hadiningrat bergelar KRT. Secodiningrat atau, tokoh yang tercatat dalam sejarah sebagai penemu kembali situs candi Borobudur.
Arini berharap temuan makam tersebut dapat menjadi perhatian bersama untuk dijaga kelestariannya karena memiliki nilai sejarah yang penting.
"Harapannya makam ini dapat dirawat dan dijaga karena berkaitan dengan sejarah besar, mulai dari sejarah Mataram, tokoh nasional leluhur Tan Jin Sing, hingga jejak spiritual Ki Ageng Giring," ujarnya.
Ia juga mendorong adanya kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai instansi terkait untuk melakukan kajian sejarah lebih lanjut secara bertahap serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah dan penjagaan tempat sejarah di daerah tersebut.

Komentar