Rabu, 17 Juni 2026 | 17:35
NEWS

Wamen HAM Menetap di Qatar Pastikan Keselamatan WNI

Wamen HAM Menetap di Qatar Pastikan Keselamatan WNI
Wamen HAM Mugiyanto Sipin memberi keterangan di Doha. (Dok. Askara)

ASKARA - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesial Mugiyanto Sipin memutuskan untuk menetap sementara di Doha, Qatar. Keputusan itu diambil Mugiyanto untuk memastikan keselamatan ribuan Warga Negara Indonesia yang tinggal mau pun terjebak di Qatar imbas perang yang terjadi di Timur Tengah.

Dikutip dari akun instagram resmi Kementerian HAM , Rabu malam (4/3),  Mugiyanto mengungkap bahwa meski dirinya merupakan seorang pejabat negara, namun ia memilih untuk tidak menempuh jalur evakuasi mandiri demi keselamatan pribadi.

"Tentunya saya ingin kembali ke Indonesia secepatnya. Tapi saya tidak ingin kita kembali ke Indonesia dengan mencari-cari jalan seolah-olah kita menyelamatkan diri sendiri. Saya tidak mau seperti itu," jelasnya.

Mugiyanto juga melaporkan kondisi terkini dari Qatar. Ia menyebut setidaknya 135 WNI sudah mengontak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha karena terkatung-katung (stranded) di Bandara Hamad, imbas pesawat komersial yang dijadwalkan membawa mereka kembali ke Indonesia belum diizinkan untuk terbang.

"Kalau orang Indonesia yang ada di sini sekitar dua puluh tujuh ribu jiwa. Ya artinya orang yang situasi ya terancam (di Qatar) ada sebanyak itu. Tentu banyak masukan ke saya supaya bisa balik ke Indonesia melalui Arab Saudi. Tetapi saya tidak mau memaksakan seperti mencari selamat sendiri. Ada banyak warga Indonesia yang terdampar di sini yang harus kita bersamai," tegasnya.

Wamen lalu menambahkan saat ini Pemerintah RI terus memantau situasi terkini dan mengerahkan langkah-langkah diplomatik guna memastikan keselamatan seluruh WNI.

Diberitakan sebelumnya sejumlah wilayah di Qatar turut menjadi sasaran dari rudal-rudal balistik Iran. Eskalasi yang terus meningkat juga memaksa otoritas penerbangan internasional menutup sementara jalur lintas udara di kawasan Timur Tengah, khususnya Teluk Arab dan wilayah udara Iran mau pun Irak.

Akibatnya, pesawat yang membawa delegasi Kementerian HAM menuju ke Jenewa melalui Qatar pada Sabtu (28/2), terpaksa mendarat kembali di bandara asal setelah sempat mengudara selama dua jam.

 

Komentar